Profil

Rea Nurul Rizkia Wiradinata, AmdKep, SE, Satukan Perbedaan Jadi Energi Positif Membangun Bangsa Menuju Indonesia Emas

MajalahKebaya.com, Jakarta – Perbedaan dan keberagaman, baik dalam pemikiran, pilihan dan sikap politik, bahkan budaya, adalah kekuatan luar biasa yang dimiliki bangsa Indonesia. Nuansa ini sangat terasa pada hajatan demokrasi Pemilu 2024 yang baru saja diselenggarakan beberapa waktu lalu. Bagi politisi sekaligus pengusaha ulet, gigih, energik nan cantik, Rea Nurul Rizkia Wiradinata, kini saatnya semua perbedaan itu harus menyatu dalam tekad dan perjuangan yang sama, yaitu membangun bangsa menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaulat. Semangat persatuan dan kebersamaan akan menjadi energi dan potensi yang positif untuk mewjudkan cita-cita bersama, Indonesia Emas di tahun 2045.

Rea, sapaan akrab wanita kelahiran Cianjur, 31 Maret ini, sangat yakin dan antusias apa yang diperjuangkan akan tercapai. Pada Pemilu 2024 ini ia melihat para tokoh bangsa memiliki takad dan perjuangan yang sama, menjadikan Indonesia berjaya dan berdaulat. “Saya melihat semua pasangan calon, tim sukses dan para pendukungnya memang memiliki daya juang yang tinggi. Saling adu gagasan dan lempar wawasan mewarnai kontestasi Pilpres dan Pileg kali ini. Tapi saya percaya bahwa, sesungguhnya mereka bersaing demi kemajuan negara dan bangsa ini. Kita ingin mencari orang-orang terbaik di antara yang baik untuk terus membangun dan menyejahterakan negeri. Karena itulah tak heran pasca-pencoblosan, masyarakat yang sempat seolah terpecah tiga kubu kembali cair dan menyatu kembali. Saya menilai masyarakat kita kian dewasa dan terbiasa melihat perbedaan pilihan dan pandangan politik.”

 Perekat Persatuan dan Kesatuan. Nilai-nilai luhur kepemimpinan, lanjut Rea, ditunjukkan oleh para tokoh bangsa, yatiu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. “Saya melihat Pemerintah, dan politisi dapat bersikap negarawan. Harus memberi contoh bahwa mereka bisa guyub meskipun pada Pemilu kemarin berbeda pilihan. Pesta sudah usai, kini saatnya berbenah dan berberes semua ‘perabotan dapur’ yang kotor. Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan adat, ketua simpul-simpul massa dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan kita. Target kita untuk mencapai Indonesia Emas 2045 sudah di depan mata, sementara waktu kita tidak banyak. Jangan buang-buang waktu dan tenaga untuk hal yang tidak produktif buat bangsa ini. Bangsa-bangsa lain telah berlari, kita jangan santai dan hanya berjalan. Kalau kesadaran ini sudah dimiliki oleh seluruh komponen bangsa, saya optimis kita bisa menjadi negara maju tak lama lagi.”

Rea terus berharap dan optimis, dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang baru, ekonomi Indonesia akan terus menanjak dengan grafik yang terus naik. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan mudah dan terjangkau. Mulai sudut kota hingga pelosok desa akan terlihat senyum merekah dan tawa riang. Dengan demikian kita merasa benar-benar menjadi negara yang mencapai tujuan kemerdekaan yang hakiki. Berdiri dan tegak sejajar bersama bangsa-bangsa lain.

Terjun ke Politik Ingin Sejahterakan Masyarakat

Memiliki banyak potensi dalam diri yang mumpuni, Rea terus menggali dan mengeksplor diri sehingga bisa lebih bermanfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat banyak. Namun, ia pun menyadari masih banyak masyarakat yang memiliki potensi luar biasa tetapi tidak tersalurkan dengan baik. Ia juga melihat kenyataan masih banyak perempuan yang harus diberdayakan sehingga bisa mengembangkan diri untuk menjadi wanita mandiri dan sejahtera. Masih banyak UMKM yang harus dikembangkan dan dibina sehingga bisa sukses dan layak bersaing hingga pasar luar negeri.

Menurut Rea, karena politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama, maka ia ingin menjadi bagian dari upaya-upaya tersebut. Yaitu menjadi Anggota DPRD di daerah kelahirannya, Cianjur. Ia ingin mendampingi Pemerintah untuk perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik pemerintahan. Apalagi, keluarga sangat mendukung dan mendorong dirinya untuk terjun di politik.

“Selain karena diminta keluarga, bagi saya yang terpenting.. saya ingin menjembatani masyarakat terutama perempuan yang belum terlihat. Seperti bidang kesehatan, pendidikan, melek teknologi, melek hukum, serta saya ingin meningkatkan UMKM khususnya wilayah Cianjur  supaya hasil yang dikerjakan bisa dipasarkan sampai ke luar negeri…Apalagi kan saya punya usaha perdagangan, jadi bisa berkolaborasi dengan perusahaan saya,” tegas Rea yang lebih senang berkumpul bersama keluarga sebagai me time.

Passion di bidang politik sejalan dengan kepribadian Rea yang senang bersosialisasi, antara lain mengikuti berbagai komunitas arisan, dan berorganisasi, seperti aktif di DPP HIPMI dan KADIN hingga saat ini. Ia sangat yakin apa yang ditargetkannya akan tercapai, karena memiliki prinsip yang sangat kuat dalam diri sekaligus kunci suksesnya salami ini, yaitu tidak gampang menyerah, tiada henti belajar, dan selalu konsisten, fokus, serta tidak lupa berdoa. Juga yang tak kalah penting sebagai bekal hidup yang menjadi pedomannya, adalah selalu menjunjung tinggi akhlak, sebagaimana ditanamkan oleh kakek neneknya sejak Rea kecil.

“Jadi ketika para follower, terutama karena saya seorang selebgram dan influencer, sering meminta tips dan kunci sukses bagaimana saya bisa melewati proses jatuh bangun dan ada di posisi sekarang, ya menurut saya harus pantang menyerah, sekalipun saya sudah jatuh-jatuhnya, bagaimana saya bangkit lagi, jangan pernah menyerah dan selalu berusaha mencoba. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Jadi apapun halangan, rintangan, itu hanya kerikil yang bisa membuat kita lebih maju dan lebih sukses. Dengan semua yang terjadi, kegagalan sudah saya hadapi, itu adalah motivasi saya untuk maju. Lebih kuat dan lebih tangguh untuk selalu berusaha. Intinya kita harus selalu positive thinking, dan terus berkarya selagi muda, jangan malas,” tegas Rea.

Optimalkan Semua Potensi Diri

Meskipun terlahir sebagai putri tunggal dan cucu pertama, dengan berlimpah kasih sayang, baik dari orang tua yang bekerja sebagai PNS maupun kakek nenek yang merupakan pengusaha cukup sukses dan yang membesarkannya, namun Rea tidak lantas bermanja-manja. Sebaliknya ia digembleng menjadi pribadi yang bertanggung jawab, pekerja keras, dan gigih. Rea kemudian terbiasa mengatasi berbagai kesulitan dan memecahkan masalah sendiri, tanpa mau melibatkan orang tua.

“Karier saya dimulai saat menjadi perawat di sebuah Rumah Sakit dan kemudian bekerja di perusahaan trading. Tak berselang lama, saya memberanikan diri dengan modal seadanya mendirikan perusahaan EDME Global Indonesia yang bergerak di bidang industri kosmetik dan maklon kosmetik. Kami menyediakan layanan jasa maklon semua jenis produk kecantikan meliputi kosmetik, skin care, body care, personal care, hair care, essential oil, parfume, minuman serbuk dan suplemen. Kami menawarkan dukungan dan layanan yang sangat komprehensif, mulai dari formulasi hingga pengemasan dan registrasi produk. Kami bekerja sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP),” tutur Rea bersemangat.

Beberapa brand sudah diluncurkan ke pasar, dan respon masyarakat sangat bagus. Rea pun terus memperluas pasar, salah sataunya membuka kerja sama seluas-luasnya dengan mitra yang ingin mengembangkan brand sendiri. Namun karena dalam kerja sama tersebut ada perjanjian-perjanjian yang tidak perlu dipublikasikan, maka Rea menyarankan untuk langsung menghubungi pihak EDME Global.

Kembangkan Industri Herbal, Bisnis Tambang, hingga Garmen. Jiwa entrepreneurship mengalir begitu kuat dalam diri Rea. Tiada henti ia mencari dan menemukan peluang-peluang bisnis baru, bahkan di masa krisis sekalipun. Seperti saat pandemi beberapa waktu lalu, ia memutar otak bagaimana caranya agar dapat terus berbisnis namun dengan memberikan manfaat kepada banyak orang. Ia pun mengembangkan industri herbal dan tradisional dengan brand Kanistri, di bawah naungan PT Rosela Eksotika Indonesia yang menurut pengakuan mayoritas konsumen terbukti mampu menambah daya tahan tubuh dari serangan Covid-19, serta banyak manfaat kesehatan lainnya. Rea melibatkan agen dan reseller dari Sabang sampai Merauke, hingga luar negeri.

Jatuh bangun dalam bisnis sudah biasa, tak ada yang mulus, apa pun jenis usaha yang dijalankan. Tapi Rea berkeyakinan, Tuhan takkan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tak berusaha mengubahnya sendiri. Keyakinan inilah yang membuatnya mampu melalui banyak kegagalan dan sukses mengembangkan bisnis, meskipun di tengah krisis yang melanda.

Selain itu, Rea juga menjalankan bisnis trading dan transportasi tambang batu bara di daerah Kalimantan dan Palembang, dengan armada tidak kurang dari 50 truk yang dimilikinya.  Usaha ini bekerja sama dengan patner, dan baru dirintis sejak tahun 2020 lalu.

Rea juga merambah ke bisnis garmen karena melihat peluangnya sangat menjanjikan. Selain menerima order atau pemesanan pakaian seperti celana jeans, cinos, dan lain-lain, garmen milik Rea juga menyediakan bahan baku. Di tahun poilitik ini, ia pun menerima orderan baju untuk kampanye partai, membuat spanduk, baliho, stiker, dan semua yang berkaitan dengan urusan kepartaian, terutama di tahun politik kemarin.

Lebih dari itu, Rea sekaligus menjadikan garmennya tempat kursus, khusus untuk anak-anak lulusan tingkat sekolah menengah atas (SMA). Tamatan kursus nantinya akan direkomendasikan ke tampat-tempat garmen yang membutuhkan.

Jeli menangkap peluang, didukung jiwa kreatif yang selalu terasah, menjadikan Rea seperti tertantang untuk terus berekspansi. Bisnis antar jemput premium untuk anak-anak sekolah pun dilakoninya. “Alhamdulillah, saat ini sudah beberapa jenis usaha yang telah saya jalankan, juga termasuk bisnis Wedding Organizer (WO), bisnis makanan, hingga property. Dan ke depan, saya ingin sekali punya pabrik yang besar.”

 Kembangkan Bisnis Keluarga. Selain bisnis-bisnis baru, Rea tetap terus mengembangkan bisnis keluarga yang sudah lama dirintis kakek neneknya sejak tahun 1980-an, yaitu usaha kebutuhan pokok dengan komoditas utama seperti beras, telur, gula, minyak goreng, dan lain-lain. “Beranya asli Cianjur, selain kami punya sawah, kami juga mengambil hasil panen para petani untuk dijualkan. Dengan dibantu 100 orang lebih karyawan, usaha ini utamanya dikelola oleh Om dan saya.”

Kiat Sukses. Rea pun berbagi tips dan kiat meraih kesuksesan, bahwa dalam berbisnis harus pede, mandiri dan pantang menyerah. “Doa juga jangan lepas supaya usaha kita menjadi berkah. Saya selalu bersyukur atas pencapaian semua ini,” tutur Rea yang terkadang di waktu luangnya bepergian sendirian ke Mekkah meskipun tidak dalam rangka Umroh atau Haji.

Selain kakek nenek yang menjadi guru untuk Rea hingga membuat dirinya tidak pernah menyerah menjalani kerasnya kehidupan, ia juga terinspirasi beberapa tokoh hebat, seperti Nelson Mandela, Mark Zuckerberg, Margaret Thatcher, Ciputra, Bob Sadino, juga tokoh-tokoh perempuan Indonesia seperti Susi Pudjiastuti dan pemilik Wardah, Nurhayati Subakat.

“Besar harapan saya dengan mempelajari langkah-langkah mereka, suatu saat saya sendiri juga bisa at least setengah dari keberhasilan mereka. Tokoh-tokoh tersebut sangat mempengaruhi semangat saya dalam menjalankan usaha saya. Dari kisah hidup merekalah, saya banyak mendapatkan pelajaran hidup dan kesuksesan mengembangkan bisnis,” ujar Rea yang juga punya hobi olahraga dan mewarnai.

Cinta Kuliner Nusantara. Lahir dan besar dari keluarga sederhana dengan pola dan gaya hidup lazimnya masyarakat Sunda, sudah mendarah daging dalam diri Rea hingga saat ini. “Saya sangat suka makanan-makanan di pinggir jalan, seperti jengkol, pete, pecel lele, lalapan dan sayuran, ya namanya juga orang Sunda. Dan saya juga terlahir dari keluarga yang sederhana. Jadi saya tidak akan pernah menghilangkan kebiasaan saya memakan makanan yang nikmat, sehat dan sayur-sayuran. Bahkan kalau ada yang nanya kok tidak malu? Ya kenapa mesti malu, itu kan juga kuliner Nusantara, dan memang banyak orang yang suka.”

Menanggapi seringnya mendapat sebutan dan julukan dari para sahabat mirip Barbie hidup, Rea merasa senang sekaligus sedih. “Kalau Barbie kan makhluk mati ya tapi bisa hidup kan menyeramkan ya. Senengnya berarti cantik banget loh. Barbie itu boneka yang bener-bener so pretty berarti banyak orang menganggap saya pretty, walaupun itu dengan filter. Semoga penonton tidak kecewa. Intinya kita itu cantik bisa dari inner beauty juga kan,” bijaknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top