Profil

Mona Sutrisna, Puddingnya Diminati Semua Kalangan karena Tampil Beda

MajalahKebaya.com, Jakarta – Ketekunan dalam membangun bisnis berawal dari proses sederhana yang dilakukan melalui hal-hal kecil dan berakhir membanggakan. Seperti ungkapan yang menyatakan tidak ada proses yang mengingkari hasil. Prinsip dan pemahaman inilah yang diyakini oleh Mona Sutrisna.

Wanita cantik kelahiran Jakarta, 17 April ini, mengawali bisnis dari tahun 2016. Bermula dari satu panci dan dua loyang untuk membuat puding. Seiring waktu dengan menjalankan usaha yang penuh ketekunan dan pantang menyerah, Mona terus berinovasi menciptakan sesuatu yang berbeda. Tidak ada yang sia-sia untuk dilakukan asalkan menorehkan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Buktinya bisnis Mona berkembang pesat sampai saat ini, meskipun banyak lahir kompetitor yang menjual produk serupa.

“Dalam bisnis yang dijalankan, saya tetap berusaha tampil beda dalam segi produk yang dipasarkan. Tetapi tetap mengutamakan bahan-bahan yang berkualitas premium dan juga memberikan service yang baik ke customer agar customer juga tetap setia. Banyak customer yang tetap jadi langganan dari awal jualan sampai sekarang ini. Produk kami juga banyak diminati dan dinikmati oleh semua kalangan dan orang-orang ternama seperti artis, pejabat dan lainnya. Ini menjadi prestasi membanggakan apalagi produk kami sudah banyak masuk media sosial, majalah atau pun acara-acara televisi.”

Dukungan Keluarga Sumber Kekuatan. Kebahagiaan sebuah keluarga tidak hanya terukur dari uang dan harta, tetapi kebersamaan dan kehangatan antara anggota keluarga. Mona mengamini itu sebagai sesuatu yang membanggakan dalam kehidupan. Keluarga Mona merupakan keluarga kecil yang sederhana. Ia mempunya dua orang anak perempuan yang bernama Lovely Gillian Effendy (8 tahun) dan Velove Vivian Effendy (4 tahun). Mona dan Janhsan Effendy, suaminya, mengajarkan ke anak-anak untuk selalu melakukan sesuatu dengan sendiri, tidak boleh bergantung pada orang lain.

“Selain itu, kualitas waktu bersama tetap menjadi prioritas. Dalam kesibukan yang rutin ini, saya dan suami selalu menyempatkan diri untuk mengajak anak-anak pergi jalan-jalan walaupun hanya sebentar.”

Terinspirasi Figur Ayah. Bekerja keras dengan penuh keyakinan dan ketangguhan merupakan pembelajaran kehidupan sehari-hari yang diperoleh dari didikan dan gemblengan orang tua. Mona mensyukuri dalam proses menjalankan bisnis ia terinspirasi sosok ayahnya yang membimbing tentang bagaimana menjadi pekerja tangguh yang tidak mudah mengeluh.

“Saya terinspirasi sosok Papa yang selalu bekerja dengan hati, tidak mudah lelah, tidak gampang mengeluh dan bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri. Papa selalu mengatakan tujuan bekerja untuk keluarga terutama anak-anaknya. Jadi beliau selalu bekerja dengan hati. Semua pekerjaan yang dilakukan dengan hati akan membuahkan hasil yang baik juga.”

Kontribusi Perempuan Indonesia. Perempuan sekarang memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam bekerja dan berkarya. Perempuan, menurut Mona, yang mampu bekerja, berkarya dan berdaya tidak kalah dengan kaum laki-laki. Bahkan jika memiliki usaha sendiri, maka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain sangat bermanfaat.

“Perempuan harus tetap berkarya dan berinovasi. Hal ini tentu saja harus dibantu dan didukung oleh negara. Perempuan dan laki-laki harus setara dalam dunia pekerjaan. Kesetaraan gender, keterlibatan dan kontribusi perempuan dalam ekonomi lokal dan digitalisasi ekonomi menjadi hal penting dalam pertumbuhan ekonomi.”

Mona menyadari sebagai perempuan seringkali ia mendapat pandangan kurang menyenangkan. Apalagi ia merupakan anak bungsu yang seringkali dianggap manja dan bergantung pada orang tua. Mona dididik orang tuanya untuk bekerja keras jika ingin mendapatkan sesuatu yang baik. Bahkan sejak duduk di bangku SMA, ia sudah membeli HP, pakaian dan beberapa keperluan lain dengan uang hasil kerja sampingan.

“Karena saya anak paling kecil, biasanya dianggap tidak mampu bekerja dan kebanyakan orang berpikir pasti dimanja. Apa yang diinginkan pasti selalu bisa didapatkan dengan mudah karena orang tua sayang, jadi dianggap saya pasti tidak bekerja. Tapi saya tidak seperti itu. Orang tua mendidik saya untuk bekerja dengan baik baru bisa maju dan berkembang untuk mendapatkan sesuatu.”

Rencana dan Harapan. Sebagai seorang pengusaha di bidang kuliner yang mandiri dan kreatif, Mona memiliki rencana dan harapan untuk terus berkembang dan berinovasi. Ia berharap dapat memiliki toko sendiri dan tetap dikenal sebagai dessert shop yang selalu menciptakan ide-ide kreatif yang unik.

“Saya ingin terus berkembang dan berinovasi, sehingga suatu saat nanti mampu mempunyai toko sendiri dan menciptakan inovasi yang kreatif.” WD

Info Lebih Lanjut:

Sweet Gill Dessert

Alamat           : Cluster Darwin Barat No. 11. Summarecon Serpong. Tangerang

HP                  : 0818.996.358

IG                   : @sweetgilldesert

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top