Profil

Lovanda Claudia Anasthasya Sebayang, Terus Berkarya Kembangkan Potensi Diri untuk Kesejahteraan dan Kemajuan Bangsa

MajalahKebaya.com, Jakarta- Lovanda Claudia Anasthasya Sebayang, perempuan berbakat dengan berbagai talenta yang memesona, yang juga seorang penyanyi, model dan sekaligus pemimpin perusahaan dengan jabatan Direktur, selalu memacu dirinya untuk terus berkarya dan berprestasi, mengembangkan dan menggali semua potensi diri agar semakin mumpuni dan bermanfaat bagi banyak orang. Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, generasi muda diandalkan menjadi pendorong utama dalam berbagai sektor, didukung kreativitas, semangat berkarya, dan tekad yang kuat, sehingga bisa menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat.

Lovanda, sebelum mengemban tanggung jawab untuk mengelola dan mengomandani perusahaan keluarga, segudang prestasi telah diraihnya sejak menempuh pendidikan di bangku sekolah. Ia tercatat sebagai Juara Kelas dari SD hingga SMA, meraih berbagai penghargaan di antaranya NEM Tertinggi di SMP Penabur Serang, The Inspire Student, The Best Student, Juara Story Telling Kota Serang dan menempuh pendidikan di jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung melalui Jalur Undangan. Dan saat ini Lovanda sudah lulus dari MBA ITB dengan predikat Cumlaude pada bulan April 2023 lalu.

Selain prestasi di bidang pendidikan, Lovanda juga pernah berkarya di dunia tarik suara di antaranya meluncurkan beberapa album seperti I Believe pada tahun 2018 dan single Rohani yaitu Penebus Dosa, Selalu Terbukti, bersama Michael Panjaitan, Tuhan Hapus Air Mataku bersama Michael Panjaitan. Semua single rohani tersebut dapat diakses melalui Itunes, Spotify, Joox dan platform lainnya. Ada juga single sekuler seperti “Deserve To Be Loved” dan “Cinta” yang bisa didengar di link Youtube Lovanda Sebayang atau di Tiktok dan Spotify.

Lovanda bersyukur karena ia diberikan bakat bernyanyi oleh Tuhan. Sejak kecil, ia sudah terbiasa bernyanyi ditambah lagi ibunya seorang penyanyi yang menjadi inspirasi dalam berkarya. Awalnya ia hanya ingin bernyanyi lagu rohani. Namun seiring berjalannya waktu, ia mencoba untuk menjelajahi ranah musik “sekuler”

“Sampai kapan pun saya tetap ingin bernyanyi dan berkarya karena ini merupakan bentuk ucapan syukur saya kepada Tuhan yang sudah memberikan bakat bernyanyi. Awalnya saya konsen di musik rohani, tapi saya mencoba merilis dan menggarap ulang lagu “Cinta” milik Vina Panduwinata dengan nuansa yang lebih kekinian. Ketika masa pandemi, saya juga mulai menggarap lagu bersama Badai Kerispatih yang berjudul Berharap Masih Cinta”.

Pemimpin Muda yang Sukses. Lovanda memiliki tanggung jawab besar sebagai Direktur PT Jahermosa Samudera Niaga, perusahaan keluarga yang bergerak di bidang forwarding dan logistic ekspor-impor. Ia juga menjabat sebagai Direktur PT. Lavindo Konstruksi Utama yang juga merupakan perusahaan keluarga.

“Salah satu proyeknya adalah pembangkit listrik tenaga angin da juga menjual jasa pengiriman barang ekspor-impor dan sekarang yang lagi high booming adalah perusahaan kita bisa mengekspor tanduk kerbau dan belum familiar. Kami menjual tanduk kerbau bule betina yang bermanfaat untuk gagang kacamata. Ini tidak akan bertentangan dengan perlindungan hewan di Indonesia. Daging kerbau ini diolah dan kita menunggu kerbau yang sudah dipotong. Kita kerja sama dengan pengepul supplier utama yang ada di Toraja.”

Meskipun Lovanda menjalankan  bisnis keluarga, bukan berarti ia langsung menduduki posisi puncak dalam perusahaan. Ia memulainya dari bawah dan terus berkembang hingga sekarang. Lovanda pernah menjadi staff dan belajar hal-hal kecil tentang dokumen ekspor-impor. Ia sempat terjun langsung ke lapangan selama satu tahun dan dipromosikan menjadi Manager. Ketika menjabat sebagai Manager, Lovanda belajar banyak tentang SDM dan mencoba memahami orang lain secara mendalam.

“Pengembangan diri dan bisnis berjalan beriringan. Saat ini kami berharap dapat melakukan ekspansi. Tidak hanya di forwarding saja, tetapi memperluas ke trading. Kita sedang dalam tahap market riset. Kalau sudah yakin dengan komoditinya untuk dijual beli di Indonesia, baru nanti kita akan launching produk.”

Kiat Sukses. Tidak ada kesuksesan yang terjadi secara mendadak. Diyakinkan Lovanda, bahwa setiap pencapaian dibutuhkan kerja keras, kejujuran dan berusaha tanpa mengenal lelah. Tidak ada yang mustahil untuk dijalankan dengan kesungguhan hati. Semua orang pasti ingin yang terbaik, begitupun dengan Lovanda. Karena itu, sekecil apapun target yang sudah diraih ia tak pernah berhenti bersyukur dan menjadikannya hal terbaik.

“Saya tidak mau menyesal dengan kata-kata, saya kemarin kurang belajar atau kok tidak berusaha keras ya. Jadi tujuannya bukan mencari kesempurnaan, tapi bagaimana akhirnya saya bisa memberikan yang terbaik dan bisa menjadi berkat untuk banyak orang. Orang mungkin hanya melihat hasilnya sekarang. Padahal sebelumnya, perjalanan hidup itu susah. Tuhan kasih saya banyak pelajaran di bagian yang sulit dan saya berhasil melewatinya dengan keyakinan. Pelajaran ini yang bisa saya bagikan kepada banyak orang.”

Manfaatkan Kemajuan Teknologi dalam Karier dan Bisnis. Peran teknologi, menurut Lovanda sangat berpengaruh apalagi ia bergerak sebagai perusahaan forwarding. Ia jarang bertemu banyak orang dan lebih sering berinteraksi melalui teknologi. Melalui akses teknologi, pekerjaan dapat berjalan secara sistematis dan informasi bisnis lebih mudah terjangkau.

“Bisnis ini lebih mudah hanya tentang forwading, jadi kita ngomongnya tentang dokumen yang kalau sebenarnya kita cari tahu pasti bisa dan pada akhirnya semua akan lebih sistematis. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan kalah. Jadi memang kita harus terjun dan menggunakan teknologi dalam Supply Chain Management kita.”

Menjadi Istri Yang Cerdas. Lovinda memilih seorang perwira sebagai pendamping hidupnya. Setelah menjalin keakraban dan saling mengenal satu sama lain selama dua tahun setengah, Lovanda dan calon suaminya memutuskan untuk serius.  Keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan pada 22 Juli dengan mengusung adat Batak Karo, Sunda Bugis, NTT Flores dan Jawa.

“Bisa dikatakan tema nusantara, mengikuti yang tradisional dengan mengenakan kebaya dan songket. Di pemberkatan pakai Bugis dan di prewedding pakai Koro. Jadi ada unsur-unsurnya sedikit. Untuk undangannya sekitar 650 lebih.”

Lovanda berharap setelah menikah ia bisa menjadi istri yang cerdas dalam hal membagi waktu. Ia dapat mendampingi suami dan tetap bekerja. Semua yang sudah dibangun tetap dipertahankan, sehingga harus mampu membagi waktu antara keluarga, kegiatan Persit dan perusahaan.

“Kebetulan saya menikah dengan seorang TNI AD. Tentunya saya sudah tanda tangan di atas materai untuk mengikuti peraturan kegiatan yang ada di asrama. Jadi mungkin pada akhirnya, saya mengikuti kegiatan lain harus seijin dari ibu komandan. Apabila diberikan ijin, pasti saya tetap menyanyi, menjadi host atau menjadi model iklan beberapa produk.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top