Profil

Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M, Perbedaan dalam Keberagaman adalah Identitas Bangsa, Kekayaan dan Modal Menuju Indonesia Maju

MajalahKebaya.com, Jakarta – Keberagaman dan perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan pondasi sekaligus energi yang sangat positif menciptakan persatuan dan kebersamaan untuk membangun negeri yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaulat. Demikian diungkapkan Novita Wijayanti, Anggota DPR RI, yang kini pun terpilih kembali duduk di Senayan untuk periode 2024-2029.

“Yang saya lihat bahwa masyarakat kita, paham akan adanya keberagaman dan perbedaan yang ada. Tidak saja berdasarkan SARA tetapi juga dengan pilihan politik. Hanya saja, dalam masa-masa Pemilu, beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab selalu membenturkan perbedaan-perbedaan yang ada demi kepentingan politik. Meskipun demikian, saya yakin dan percaya usai Pemilu semua akan guyub kembali,” ucap Novita Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, yang saat ini juga merupakan Bendahara Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, dan Ketua Bidang Kaderisasi DPP Partai Gerindra.

Bagi Novita, perbedaan adalah dasar untuk persatuan. Dan bagaimana pun, bangsa kita telah memiliki pondasi yang kuat berupa semangat gotong royong, tenggang rasa atau toleransi dan kebhinekaan. Nilai-nilai inklusif ini, sudah lama menjadi nilai-nilai luhur bangsa, sehingga semangat persatuan dalam perbedaan adalah modal utama, kekayaan tak benda atau nature-nya bangsa kita.

Semangat Persatuan Membangun Bangsa. Menyatukan semua perbedaan menjadi energi yang positif untuk bersama-sama berjuang membangun bangsa, memang bukan pekerjaan mudah. Diakui Novita, dibutuhkan berbagai upaya dan inisiatif konstruktif dari berbagai elemen bangsa, baik Pemerintah maupun masyarakat.

Beberapa tahap aksi dan upaya, dirangkum Novita, sebagai langkah strategis meraih cita-cita bersama, mewujudkan Indonesia Emas. Antara lain, pertama, Harus Punya Kesadaraan Dulu.  Negara dan juga masyarakat harus sadar bahwa berbeda bukan berarti bermusuhan. Lantas, perbedaan juga tak perlu diseragamkan, ibarat pelangi indah dengan keberagaman warnanya. Dengan begitu, kita dapat melihat perbedaan sebagai potensi dan kekayaan bangsa.

Kedua, Memanifestasikan Kesadaran dalam Kebijakan. Setelah sadar, kemudian bagaimana perbedaan yang dianggap modal dan kekayaan ini dapat dimanifestasikan dalam kebijakan oleh Pemerintah. Pemerintah harus mendorong kebijakan-kebijakan yang inklusif atau kebijakan yang dirancang untuk memastikan partisipasi, keterlibatan, dan manfaat yang adil bagi semua orang. Kebijakan inklusif ini terutama harus didorong pada sektor krusial bangsa, di antaranya pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan lapangan kerja atau perekonomian serta lingkungan hidup.

Ketiga, Menerapkan Kebijakan Inklusif untuk Indonesia Emas. Dalam penerapan Pemerintah harus memperhatikan input dan output dari kebijakan inklusif ini agar dapat mencapai hasil yang diharapkan. Tentunya peran Parlemen dalam check and balances turut mempengaruhi. Pemerintah juga tidak dapat berjalan sendirian, dukungan berbagai komponen, seperti civil society (LSM/NGO’s), partai politik, swasta, media, dan investor/pengusaha sangat diperlukan. Kunci dalam penerapan kebijakan inklusif ini adalah Kerja Sama, Kerja Cerdas, Kolaborasi dan Teknologi.

“Dengan tahapan-tahapan ini, saya yakin semangat persatuan dan kebersamaan akan menjadi energi positif menuju Indonesia Emas,” tegas Sarja S1 Manajemen Unsoed dan S2 STIE Mitra Indonesia Yogyakarta, yang saat ini sedang melanjutkan studi kembali di FISIP Universitas Diponegoro Semarang dengan rancangan disertasi Model Pembangunan Desa Mandiri di wilayah Banyumas dan Cilacap ini. Novita juga saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Persada Indonesia Y.A.I Salemba Jakarta, dengan judul Disertasi “Evaluasi Manajemen Kepegawaian DPR RI: Menuju Pegawai Mandiri”.

Harapan dan Doa. Ke depan Novita berharap semangat persatuan dan kebersamaan di Indonesia dalam konteks  berbangsa dan bernegara, antara lain, semua komponen dapat menerapkan nilai-nilai toleransi/inklusif sebagai kekuataan bersama, sebagai identitas bangsa. Selain itu, dengan adanya perbedaan atas keberagaman, setiap individu harus dihormati dan pengakuan atas HAM setiap warga negara, diperlakukan secara adil, terjalin komunikasi dan dialog, terlibat aktif (berpartisipasi) dalam pembangunan.

Novita juga berharap akan terwujud kesejahteraan bersama, rakyat adil dan makmur, serta tercipta masyarakat Indonesia yang inklusif, toleran, mampu bekerja sama dan kolaboratif. “Kita harus sadar berbeda bukan berarti musuh, dan lantas jangan pula perbedaan kemudian diseragamkan. Perbedaan bagi kita adalah persatuan dalam keberagamaan. Sebagai identitas bangsa, keberagaman adalah modal dan kekayaan leluhur yang harus dimanifestasikan dalam pemerintahan yang inklusif, sehingga dapat wujudkan rakyat adil dan makmur, serta tercapainya Indonesia Maju, Indonesia Emas!”

Karier Cemerlang

 Sebagian besar hidup dan dedikasi diri Novita diabdikan untuk kepentingan banyak orang, sebagai seorang politisi. Ia lahir dan besar dalam keluarga yang berkecimpung dengan kepentingan masyarakat banyak, mulai dari kakek dan ayahnya yang sudah aktif sebagai pengurus partai politik, hingga ibunya yang berprofesi sebagai guru.

Sosok sang ayah, H. Frans Lukman, S.sos., M.M, yang merupakan seorang politisi, menjadi inspirasi Novita dalam perjalanan karier politiknya. Sang Ayah selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan dalam menjalani setiap proses dan halang rintang dalam kehidupannya sebagai seorang perempuan dan politisi. Sementara ibunya, Sumining, adalah seorang guru yang sangat peduli dan terkenal baik. Sang Ibu selalu memberikan contoh peduli dan baik kepada sesama, karena sampai kapan pun walau raga sudah tidak ada, kebaikan itu akan terus dikenang selamanya.

Keinginan untuk selalu berbuat baik kepada sesama, mendorong Novita terjun dan aktif di organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. Karena dengan cara itu, ia dapat mengimplementasikan ilmu dan kegemarannya bertemu masyarakat. Baginya, hidup harus bermanfaat bagi sesama, ‘Urip ki Urup’ atau hidup adalah menghidupi. Karena itu, prinsip hidup yang selalu dipedomaninya, “Saya harus berguna untuk orang banyak, bisa membantu sesama, sekecil apapun itu..”

Sejak kuliah Novita sudah suka berorganisasi dan memperluas pertemanan, bahkan sudah menjadi pengurus partai politik. “Saya banyak belajar dari Ayah, bagaimana cara berorganisasi dan menjadi seorang pemimpin. Waktu kuliah di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto saya juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan… di situlah saya belajar banyak tentang organisasi dan menjadi seorang pemimpin.”

Karier politik wanita cantik kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 24 November 1979 ini, terbilang cemerlang. Dimulai saat ia terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2004 – 2009.  Ia menjadi Anggota Legislatif Termuda saat itu. Pada periode 2009 – 2014 ia kembali terpilih menjadi Anggota DPRD dan ditugaskan oleh Fraksi menjadi Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah. Novita juga terpilih menjadi Ketua KNPI Jawa Tengah masa bhakti 2010 – 2013, di mana pada periode sebelumnya, ia sudah terpilih menjadi pengurus KNPI.

Pada Pileg 2014, Novita terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019, dari Partai Gerindra, Dapil Jawa Tengah VIII yang meliputi Banyumas dan Cilacap. Ia dirugaskan Fraksi menjadi Anggota Komisi V membawahi bidang Infrastruktur, Desa, Transportasi, Cuaca dan Klimatologi serta Keselamatan Nasional. Pada periode 2019-2024, kembali terpilih dan tetap duduk di Komisi V DPR RI dan Wakil Ketua BURT DPR RI, ditambah tugas sebagai Bendahara Fraksi Partai Gerindra.

Saat ini, Novita konsen terhadap pembangunan desa dan daerah dengan semangat “Bangun Daerahnya, Maju Bangsanya”, tentunya dengan memerhatikan dan memperjuangkan nilai-nilai inklusifitas dan pengarustamaan gender. Dan, berdasarkan hasil rekapitulasi suara KPU per 20 Februari 2024 ia kembali memperoleh suara 113.529 suara (hasil suara sementara dan masih menunggu hasil akhir) untuk Dapil Jawa Tengah VIII, Cilacap dan Banyumas. Dengan raihan suara tersebut, Novita akan kembali menjadi Anggota DPR RI untuk Periode 2024-2029.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top