Profil

Dra. Alida Handau Lampe Guyer, M.Si, Bersatu dalam Satu Tujuan Besar Mencapai Indonesia Emas yang Adil dan Makmur

MajalahKebaya.com, Jakarta – Antusiasme dan optimisme yang begitu besar dalam diri Dra. Alida Handau Lampe, M.si, Indonesia akan menjadi negara yang makmur, sejahtera, dan berdaulat, karena didukung potensi bangsa yang luar biasa, semangat persatuan dan kebangsaan yang tinggi dalam masyarakat, serta pemimpin bangsa yang mumpuni. Hajatan demokrasi, Pemilu 2024, yang baru saja berlalu, bukan saja sukses berlangsung damai, lebih dari itu, menumbuhkan harapan akan terwujudnya Indonesia Emas yang adil dan makmur.

“Ucapan selamat kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden PRABOWO – GIBRAN sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih yang akan memimpin negara RI ke depan terus mengalir berdatangan dari berbagai kepala negara Asia, Eropa, Amerika, Afrika walaupun perhitungan resmi real count KPU belum selesai. Izinkan saya pada kesempatan ini mengucapkan selamat kepada Bapak Prabowo dan Mas Gibran atas terpilihnya beliau berdua sebagai Presiden dan wakil Presiden RI 2024-2029,” ujar Kandidat Doktor Bidang Ekonomi UNPAR Bandung ini.

Pemilu, lanjut Alida, boleh dikatakan telah  berlangsung dengan baik, aman  dan lancar, meskipun masih ada sebagian masyarakat yang tidak puas dengan hasil yang dicapai. Mengamati gejolak politik yang terjadi pasca-Pilpres tersebut, inisiatif Pak Prabowo untuk merangkul semua kekuatan politik agar bersatu itu sangat baik agar suasana bisa kondusif. Dan, dalam negara demokrasi yang sehat harus ada check and balance, itu sebabnya niat baik PDIP untuk oposisi harus disambut gembira agar keseimbangan tetap terjaga dan dapat mengontrol jalannya pemerintahan tetap berada  dijalur lurus.

“Kelihatannya masyarakat luas menginginkan yang prioritas dilakukan Pak Prabowo apabila sudah dilantik menjadi Presiden bulan Oktober nanti adalah mengembalikan Demokrasi ke jalur yang benar menuju demokrasi yang terkonsolidasi. Yaitu dengan memastikan semua aparat negara patuh dan taat kepada hukum dan aturan. Penyelenggaraan birokrasi tata kelola pemerintahan yang tertib, bersih, transparan, dan disiplin. Serta menjamin kesejahteraan masyarakat dan kebebasannya,” ungkap Alida.

Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Menurut Alida, kita sangat berterima kasih pada Pak Prabowo yang mempunyai wawasan pemikiran jauh ke depan. Mengambil Gibran sebagai Wapres, mempersiapkan generasi muda sebagai calon  pemimpin masa depan. Sepuluh tahun adalah waktu yang cukup bagi Gibran menimba ilmu dan pengetahuan, digembleng menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu dan matang. Pada saatnya nanti generasi muda akan siap mengambil alih kepemimpinan menyambut Indonesia Emas 2045.

Pertama kali dalam sejarah kita berbangsa dan bernegara, tegas Alida,  di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, calon pemimpin masa depan dikaderkan, dipersiapkan dengan baik, terencana dan terarah terutama agar calon pemimpin ke depan mampu  memanfaatkan secara maksimum bonus demografi yang hanya terjadi sekali sepanjang masa.

“Di sinilah letak ketajaman, kejernihan berfikir dan ketulusan hati Bapak Prabowo memikirkan tujuan kita berbangsa dan bernegara menuju Kejayaan Indonesia Emas keluar dari perangkap negara miskin. Himbauan Prabowo agar kita bersatu dalam satu tujuan besar mencapai Indonesia Emas yang Adil dan Makmur, tidak akan terwujud bila tidak ada persatuan,  kedamaian dan keharmonisan di dalam masyarakat. Kedamaian, persatuan dan keharmonisan akan terwujud hanya jika kasih dijadikan sebagai landasan kehidupan bermasyarakat. Dengan kekuatan rasa kasih kita menjadi adem, saling menghargai saling memahami dan menerima perbedaan dengan damai,” yakin wanita kelahiran Kuala Kapuas, 20 Januari, ini.

Pemimpin yang Teguh dan Matang

Ketika di tahun 2014 Alida mencalonkan diri menjadi Anggota Legislatif, DPR RI, dari Dapil Kalimantan Tengah, sebagai Kader Partai GERINDRA ia merasakan betul betapa keteguhan hati Pak Prabowo dalam perjuangannya membela dan memajukan bangsa tidak pernah surut. “Pendidikan dan gemblengan yang kami jalani sebagai Kader Partai Gerindra melekat kuat membentuk watak politik teguh.”

Keteguhan hati para pendukung setia inilah salah satu kunci yang mengantar keberhasilan Pak Prabowo menjadi Pemimpin Tertinggi di Republik ini sebagai Presiden RI. “Beliau sungguh beruntung menjadi presiden di usia matang, setelah mengalami pahit getir, jatuh terpuruk, bangkit, tegak berdiri kukuh melewati jalan terjal berliku sehingga akhirnya berhasil bisa menjadi pemimpin tertinggi Presiden RI.”

Menurut Alida, sikap negarawan Pak Prabowo ditunjukkan dengan merangkul dan mengakomodasi semua hal baik dari berbagai pihak, termasuk dari pemimpin terdahulu. Pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran dari Presiden terdahulu baik, buruk, kelebihan, keunggulan, dan kekurangan merupakan buku hidup yang sangat berharga bagi Pak Prabowo dalam menjalankan kepemimpinannya. “Harapan kita dengan pengalaman hidup beliau yang nyaris sempurna kepemimpinan Presiden Prabowo mampu membawa dan dapat menjadi tonggak bagi bangsa dan negara dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Kenegarawan, ketulusan, sifat kasih beliau sebagai pemimpin mumpuni sudah tampak menonjol pada saat closing statement Debat Capres terakhir, pidato beliau menimbulkan rasa simpati, hormat dan kedamaian dalam hati. Suasana seperti inilah yang diharapkan dapat tetap terjaga ke depan. Semangat kasih yang beliau tunjukkan inilah yang dapat menjadikan terwujudnya harmoni dalam keberagaman melebur perbedaan menjadi satu tujuan menuju Kejayaan Indonesia.”

Entrepreneur yang Punya Passion di Politik

Alida atau akrab disapa Adau, adalah seorang pengusaha tambang, property, kuliner, hingga bisnis pariwisata sukses, dan memiliki passion di dunia politik. Bahkan sejak usia masih belia, 13 tahun, Alida sudah menyatakan keinginannya kepada Sang Ayah, seorang pejuang, tokoh Kalimantan Tengah, bahwa kelak ia akan masuk ke dunia politik. Seiring waktu, terlebih dahulu ia menggali dan mengasah jiwa wirausaha dalam dirinya, hingga meraih kesuksesan yang cukup membanggakan.

Setelah lulus SMA tahun 1974, Alida melanjutkan sekolah di Kota Bandung, masuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan Bandung (FISIP). Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, membuatnya selalu berpikir bahwa untuk mencapai cita-cita maka hal pertama yang dilakukan adalah membangun fondasi ekonomi yang mapan dan kuat. Melalui perjuangan yang berliku dan tidak mudah akhirnya di usia yang cukup muda, yaitu 21 tahun, ia berhasil memiliki toko barang kerajinan tangan buatan Kalimantan Tengah di gedung Sarinah Jakarta.

“Setelah lulus Perguruan Tinggi dan menikah, saya mengikuti suami pindah ke Swiss. Di negara kaya tersebut saya melihat kemungkinan untuk menapak lebih tinggi lagi masuk ke industri manufaktur. Dengan modal keberanian dan dukungan suami tercinta saya mulai menyusun rencana dan melakukan kontak dengan perusahaan besar dan perbankan. Indonesia adalah salah satu produsen karet terbesar di dunia setelah Malaysia. Fokus perhatian saya ke sana, akhirnya saya putuskan untuk membangun pabrik pipa karet reinforce rubber hose untuk air, gas, uap, minyak dan karet compound di kota Bandung Jawa Barat,” ujar istri dari Hans Guyer yang berkebangsaan Swiss ini.

Kerja keras, ulet dan pantang menyerah membuat Adau berhasil mewujudkan mimpinya. Hanya dalam jangka waktu 5 tahun pabrik pertamanya berdiri dengan megah di kota Cicalengka – Bandung Jawa Barat. Namun, pada tahun 1998 ketika Indonesia terkena krisis ekonomi dan politik, tidak terkecuali pabrik miliknya terkena imbas.

“Pabrik yang saya bangun demgan keringat dan air mata kolaps. Akan tetapi saya tidak mau membiarkan diri larut dalam keterpurukan. Dengan kekuatan yang tersisa saya segera bangkit dan berfikir bahwa sebagai orang Dayak kami dibesarkan di lingkungan hutan yang kaya hasil alam, salah satunya tambang emas. Maka setelah 7 tahun berjuang tanpa lelah dan mempelajari liku-liku pertambangan pada tahun 2005 saya berhasil mendapat konsesi eksplorasi seluas 125.000 hektar di Provinsi Kalimantan Tengah. Sebuah prestasi yang tidak main-main, menuntut ketangguhan dan tanggung jawab besar,” ungkap ibunda dari Angga Guyer (Lulusan Rischik Schule, Bisnis dan Keuangan, Bern Swiss), Henry Guyer (Lulusan Ethnology Kopenhagen University, Denmark), Amaze Bianka Ayudiana (Lulusan HI Unpar Bandung) dan Grace Stefany Ayudiani Guyer (Kedokteran Hewan Udayana Bali) ini.

Tidak hanya tambang, pada tahun 2018, Alida juga belajar usaha bidang property di kota Palangkaraya bermitra dengan pengusaha lokal. Dari mitra tersebut ia banyak menimba ilmu, sehingga dalam dua tahun berhasil membangun 70 unit rumah. Meski usia tidak lagi muda, ia tidak pernah berhenti bermimpi, ia pun membangun tempat wisata terpadu di daerah asal tempat kelahirannya, yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata sejarah dll. Bahkan saat krisis Pandemi beberapa waktu lalu, Alida membuka bisnis kuliner di Kota Bandung.

Passion di Politik. Panggilan hati dan mimpi Alida sejak remaja untuk berkiprah di dunia politik tidak pernah padam. Keinginan wanita yang sangat mengagumi dan terinspirasi dua tokoh dunia dalam menjalani kehidupannya yakni Mohandas atau Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela, untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat nusa dan bangsa kembali berkobar dalam dirinya.

“Mimpi saya ingin membangun satu partai politik tempat mendidik kader berdasarkan moral, nilai, etika, ajaran hidup, filosofi yang sesuai dengan keyakinan iman saya. Karena saya beragama Kristen maka sudah tentu ajaran dan iman Kristiani menjadi landasannya yaitu KASIH. Indonesia diciptakan terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan disatukan dalam NKRI berdasarkan PANCASILA. Saya ingin mendampingi teman-teman partai lain yang telah lama berdiri berlandaskan iman dan  agama Islam seperti PKS, PBB, PAN, PKB dan mengisi ruang kosong, membangun partai politik berlandaskan iman Kristiani,” lugas Alida.

Pada Kongres Luar Biasa PARKINDO 1945 tanggal 10 November 2020 di Hotel Bumi Sangkuriang Bandung, Alida terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Politik Kristen Indonesia 1945 disingkat PARKINDO 1945 masa bakti 2020-2025. Selain itu, Alida juga menjadi Ketua Dewan Penasehat Partisipasi Kristen Indonesia 2021-2026, dan Dewan Pakar, Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top