Profil

Dr. Dessy Handayani S.Ikom, MM, Bangun Rasa Kekeluargaan dan Kebersamaan untuk Meraih Sukses  

MajalahKebaya.com, Jakarta – Dalam mengembangkan bisnis, Dr. Dessy Handayani S.Ikom, MM., selalu menerapkan pola dan pendekatan kekeluargaan dalam manajemen perusahaan. Ia pun tercatat sebagai woman-preneur sukses yang mengelola beberapa usaha dari mulai fashion, kuliner hingga produk kecantikan.

Semangat persatuan dan kesatuan adalah hal mendasar yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat. Negara yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi rasa persatuan. “Pemerintah maupun masyarakat harus menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan dan saling menghargai untuk menuju Indonesia Emas,” terang Dessy.

Semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan dasar yang kuat dalam mencapai cita-cita besar bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa dibutuhkan untuk Indonesia mampu menjadi negara besar dan maju di segala aspek. Lulusan S3 Manajemen ini, juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas diri. Aktualisasi diri akan sangat efektif dengan sekolah, belajar, dan terus mencoba. Pengetahuan dan keterampilan atau skill sangat dibutuhkan dalam profesi apa pun.

Lahir dan besar dalam lingkungan keluarga pengusaha, membentuk dan memupuk jiwa entrepreneurship dalam diri Dessy. Insting bisnis yang sangat kuat, didukung latar belakang pendidikan manajemen yang mumpuni, ditambah pengalaman kerja dalam bidang yang sangat berkaitan dengan kemajuan suatu bisnis, menjadikan woman-preneur kelahiran Tanjung Karang, Bandar Lampung, 6 Desember ini, seorang pengusaha yang ulet, inovatif, kreatif, jeli melihat dan menangkap peluang. Tangan dinginnya telah menorehkan raihan-raihan yang membanggakan dari beberapa bisnis yang digeluti, bahkan sejak ia masih kuliah.

Tidak hanya piawai mengelola dan mengembangkan beberapa usaha, Dessy juga menularkan kiat-kiat sukses kepada masyarakat luas dalam profesinya yang lain sebagai Dosen, Konsultan, dan Motivator.

Kembangkan Bisnis. Wanita cantik, smart, energik ini merintis bisnis setelah memutuskan berhenti dari kariernya di sebuah perusahaan besar dengan posisi sangat prestisius sebagai General Manager.  Saat itu merupakan awal mula Dessy bertemu dengan suaminya yang seorang anggota Polri, yaitu AKBP Erick Budi Santosa SH, SIK, MH.

Banyaknya waktu luang di rumah membuat Dessy ingin melakukan sesuatu yang bisa menghasilkan, tapi bisa dijalankan dari rumah saja. Mungkin juga karena ia terlahir dari keluarga pengusaha, insting pengusahanya selalu tergugah. Suami tidak melarang, bahkan sangat mendukung. Apalagi sebelum menikah suami sudah mengetahui Dessy memiliki karier yang bagus dan bisnis-bisnis yang berkembang. “Jadi saya tetap jadi ibu rumah tangga di rumah tapi saya juga tidak terikat satu aturan tertentu. Kebetulan saya lulus S3 Manajemen, saya punya keahlian tersebut kenapa saya sia-siakan.”

 

Dessy kemudian mendirikan PT Nusantara Daisy Internasional di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menaungi beberapa usaha yang menjadi passion-nya. Antara lain THE•SHE byDaisyHandayani (produk tas dan pakaian etnik berbahan kain nusantara Indonesia, hijab dll)  dan GiveMe Kimberly (Cosmetic, dari lipmatte, parfume, blush on dan eyeshadow, dan sebagainya).

Dessy juga mengembangkan usaha coffee shop yang menjual biji kopi dalam partai besar dan kecil. “Saya juga memproduksi fashion muslim seperti mukena, kerudung-kerudung yang lagi ‘in’ saat ini. Passion saya memang sepertinya di situ, dan saya merasa untuk apa saya sekolah tinggi-tinggi tapi saya tidak menghasilkan. Apalagi sekarang pemasaran bisa lebih mudah lewat online. Jadi tanpa banyak berfikir saya lakukan apa yang saya bisa. Selain bermanfaat bagi diri sendiri juga bagi orang lain,” ujar wanita yang hobi berkuda, panahan, menembak, dan golf ini.

Tas Etnik Kekinian. Produk tas etnik kreasi Dessy sangat unik dan sarat dengan unsur budaya Indonesia. Baginya itu merupakan bentuk kepedulian dalam melestarikan budaya bangsa.  “Jadi tas etnik ini lebih ke promosi budaya, karena zaman sekarang ini banyak sekali brand tas yang sangat mahal, yang tidak bisa dibeli oleh banyak orang. Jadi menurut saya kita harus melestarikan budaya Indonesia yang ada. Bagaimana caranya kita untuk melestarikan budaya kita ya salah satunya saya membuat tas etnik ini. Saya melestarikan kain-kain etnik yang ada di seluruh nusantara. Jadi bahan material tas etnik ini terbuat dari kain wastra nusantara.”

Tas-tas etnik edisi nusantara buatan Dessy berbahan kain-kain tenun dan batik dari seluruh Nusantara. Seperti tas dari bahan kain tenun dan batik Kalimantan Timur, yaitu dari sarung Samarinda, ulap doyo, batik Samarinda, dan kain cumi Samarinda. Juga kain dan batik khas Jawa Tengah, khususnya Banjarnegara.

Ke depan, bukan hanya tas, Dessy juga akan merambah ke sepatu, atau ke pernak-pernik yang lain.  Demi menjaga kualitas, ia tidak menggunakan jasa makloon tapi sudah mempunyai penjahit atau pengrajin sendiri. Bahan-bahan baku dan materinya pun ia memilih sendiri, entah itu kain atau kulit. Demikian juga desain-desain, merupakan karya tangan Dessy sendiri.

“Desain-desain tas yang kami buat lebih kekinian dengan di-mix kain etnik daerah yang ada di Indonesia. Dan Alhamdulillah sejak berdiri tahun 2017, sambutan pasar sangat bagus. Karena harga kita tidak terlalu mahal, masuk ke middle  tapi kualitas kita premium. Kita juga menggunakan kulit asli, dan kain-kain tenun atau batik kita pakai yang original, langsung dari pengrajin. Seperti kain ulap doyo dan bodong tancep asal Kaltim, saya gunakan yang original. Ini dalam rangka kita ikut serta melestarikan dan mempromosikan kebudayaan. Untuk sementara saya ambil yang Kalimantan Timur. Nanti akan merambah ke seluruh nusantara,” ungkap Dessy dengan bangga.

GiveMe Kimberly. Di tengah maraknya produk-produk kosmetik di pasaran, Dessy menghadirkan produk kosmetik dengan kualitas tidak kalah dari brand-brand internasional. “Saya tidak ragukan komposisi di dalam kosmetik milik saya itu tidak di bawah brand-brand besar saat ini. Dari segi harga tentu disesuaikan dengan komposisi dan kualitas, tapi saya tidak mematok harga terlalu tinggi. Dengan harga seperti itu customer bisa mendapatkan kosmetik yang mempunyai manfaat produk kualitas internasional.”

Brand Kimberly diambil dari nama anak perempuan Dessy satu-satunya, dengan harapan ketika kelak anaknya dewasa, ia sudah mempunyai sesuatu yang harus diteruskan. Di samping itu, menurut Dessy, nama brand atau nama produk itu seharusnya memang sudah menjadi sesuatu yang story dari kehidupan kita.

Dessy pun memiliki cita-cita dan tekad yang kuat agar produk Kimberly harus go international. “Saya sama sekali tidak takut masuk ke pasar yang sudah marak dengan produksi kosmetik saat ini, yang rata-rata pemiliknya juga artis-artis sehingga gampang mendongkrak promosi dan pemasaran. Menurut saya, banyak pengusaha kosmetik yang bukan artis tapi usahanya maju dan berkembang dengan bagus. Jadi sebenarnya yang bikin maju itu adalah keinginan kita, kemauan kita, mau buat produk itu maju atau tidak. Karena itu, saya tidak mau setengah-setengah dalam membesarkan produk Kimberly ini.”

Dessy menilai prospek usaha ini ke depan akan sangat bagus dan semakin booming. Ia pun sudah melakukan riset pasar dan tetapkan visi misi serta target market yang pas untuk produk-produknya. “Insya Allah ke depan akan ramai dan tidak akan tertinggal dari produk-produk kosmetik yang ada saat ini. Dan kami sangat siap bersaing, tidak ada ketakutan sama sekali, saya tidak ragu untuk bersaing.”

Dalam membangun perusahaan, Dessy menyadari pentinya peran sumber daya manuasia atau tenaga kerja pada sebuah perusahaan yang sangat signifikan menentukan perkembangan, pertumbuhan, dan pencapaian target. Menyadari itu, ia menjalankan perusahaannya tidak hanya untuk mengejar materi. “Memang segala sesuatu itu adalah materi, cuma kalau suatu perusahaan itu terbangun dengan kekeluargaan dan tujuan serta visi misi bukan hanya untuk owner saja, tapi juga tenaga kerja kita. Bagaimana kita juga mensejahterakan tenaga kerja kita dan juga keluarganya, maka perusahaan itu pasti akan sukses.”

Dengan menerapkan pola dan pendekatan kekeluargaan dalam manajemen perusahaan, sejauh ini  Dessy tidak menemui kendala yang berarti dalam kepemimpinannya membawahi ratusan karyawan. Apalagi ia sudah berpengalaman sembilan tahun sebagai General Manager di sebuah perusahaan besar.

“Pengalaman dan jiwa kepemimpinan saya terasah, karena dulu saya adalah General Manager dari perusahaan besar di Jakarta dan Bandar Lampung, yang bergabung jadi satu. Saya di sana adalah HRD Manager-nya, yang memang menangani bidang ketenaga-kerjaan. Dengan sendirinya leadership saya semakin matang. Jadi pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Apalagi bidang studi pendidikan saya juga kan Pemberdayaan Manusia. Jadi memang object saya adalah tenaga kerja, sumber daya manusia. Di situ kita kan belajar tentang kepemimpinan dan lain-lain,” urai Dessy.

Dukungan Penuh dari Keluarga

Perjalanan karier dan bisnis Dessy mendapat dukungan penuh dari sang suami, anak dan keluarga tercinta. Sebagai pengusaha, ia juga sangat mendukung karier suaminya sebagai ibu Bhayangkari. “Dalam mengembangkan usaha kunci suksesnya adalah selalu semangat berusaha, pantang menyerah, selalu berdoa. Saya juga sangat terinspirasi keluarga saya yang hampir semuanya pengusaha,” terang ibunda dari Raden Devondra Khalifah Tristhan (kelas 2 SMP), Raden Arthur Khalifah Trishano (kelas 6 SD), Raden Kinand Khalifah Tris Ziandra (kelas 1 SD), Raden Roro Kimberly Khalovely Trisabelle (kelas 1 SD) ini.

Sebagai perempuan, menurut Dessy, harus bisa memberikan kontribusi untuk membantu perekonomian keluarga. “Sebagai seorang perempuan kita harus mempunyai nilai. Dalam arti bisa membantu perekonomian keluarga, bisa menghasilkan sesuatu. Apalagi saat ini semakin banyak usaha-usaha online yang bisa dilakukan dari rumah saja dan UMKM pun sudah bangkit. Jadi ibu-ibu yang di sektor rumah tangga dll, tetap menghasilkan sesuatu dengan kelebihan dan kemampuan yang dimiliki masing-masing.”

Sesibuk apapun Dessy di luar rumah, terutama untuk urusan bisnis atau mendampingi suami, ia tetap menyisihkan waktu untuk anak-anak. Memiliki quality time bersama anak-anak tercinta merupakan momen kebahagiaan yang luar biasa. Bahkan kalau sedang suntuk atau stress karena pekerjaan, bermain bersama anak-anak adalah me time yang paling menyenangkan, tubuh dan pikiran kembali fresh.

Di sela-sela kesibukannya sebagai istri, ibu rumah tangga, bhayangkari dan berbisnis, Dessy tetap menyempatkan diri untuk bersosialisasi dengan teman-teman, kolega, dan kerabatnya. Dessy biasanya berkumpul bersama komunitasnya yaitu komunitas panahan, berkuda dan golf. Ia juga mengajak beberapa teman yang hobinya sama untuk ikut bergabung.

“Teman-teman sosialita juga bisa kita ajak ikut pengajian atau arisan, kegiatan sosial, atau Jumat Berkah. Dan banyak sekali yang bisa kita buat untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan positif. Saya tidak masalah dengan teman-teman sosialita dari berbagai kalangan. Saya punya teman dari istri pejabat, kalangan artis, hingga masyarakat biasa. Menurut saya kita tidak tahu nasib manusia seperti apa, jadi kita harus saling menghargai, saling menyayangi sebagai makhluk sosial atau sebagai manusia ciptaan Tuhan,” ucap Dessy yang tidak lupa untuk selalu berbagi dan bersedekah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top