Profil

Dr. (CAN) Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, Sistem Pendidikan yang Kuat Akan Mepererat Persatuan Bangsa

MajalahKebaya.com, Jakarta – Tantangan dan permasalahan bagi persatuan dan kebangsaan, menurut Dr. (CAN) Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr, mencakup persoalan pendidikan, kemiskinan, lingkungan hidup dan berbagai isu sosial lainnya. Semua persoalan ini tentu saja merupakan tantangan yang harus diatasi secara bersama-sama. Selain Pemerintah yang terus berupaya, tentunya perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, akademisi dan pemuda.

“Pada prosesnya akan menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan adalah perjalanan panjang yang memerlukan komitmen dari Pemerintah dan semua elemen masyarakat.”

Salah satu contoh, dari pengalaman Lisda dalam perjalanan kariernya selama menjadi Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Nasdem, bahwa pendidikan dapat menjadi peran kunci dalam membangun karakter bangsa.

“Melalui sistem pendidikan yang inklusif, di mana setiap siswa diberikan pemahaman tentang keberagaman dan nilai-nilai kebangsaan, diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki kesadaran akan pentingnya persatuan dan kebangsaan.”

Selain itu contoh lain yang dijadikan pengalaman dalam memahami keberagaman suatu bangsa, adalah melalui media sosial. Media sosial pastinya memudahkan penggunanya dalam berinteraksi dan berbagi informasi tanpa halangan jarak dan waktu. Lisda yakin setiap aktivitas seperti kampanye positif, diskusi konstruktif dan penyampaian informasi akurat melalui media sosial dapat menjadi kekuatan positif yang menghubungkan antar-warga negara.

Semangat Persatuan Bangsa. Sebagai sebuah bangsa yang besar, Indonesia memiliki beragam suku budaya dan perbedaan lainnya. Namun di dalam perbedaan, Indonesia memiliki Bhineka Tunggal Ika yang mengajarkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam suku, agama dan budaya, menjaga persatuan dan persaudaraan merupakan sesuatu yang penting.

“Inilah yang menjadi salah satu semangat persatuan Bangsa Indonesia dan semua warga negara memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dalam mencapai kemajuan bersama dan membangun bangsa yang kuat dengan semangat persatuan khususnya menuju Indonesia Emas.”

Penerapan nilai-nilai Pancasila terutama Sila Ketiga yaitu Persatuan Indonesia dalam konteks berbangsa dan bernegara, diharapkan Lisda dapat diterapkan dan diwujudkan. Seperti belum lama ini Indonesia baru saja melaksanakan pesta demokrasi Pemilu 2024 yang mana perbedaan tidak dapat dihindari. Demi menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa, pemimpin Indonesia harus menerapkan norma Pancasila pada Sila Kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan tidak membeda-bedakan kelompok ataupun etnis tertentu.

“Apa pun hasilnya kita berharap seluruh pihak dapat kembali merajut persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga tidak terpecah belah. Di Minangkabau kami punya istilah ‘Biduak lalu kiambang batauik’.”

Karier Cemerlang di Bidang Politik. Lulusan S1 Jurusan Ekonomi Universitas Surapati Jakarta, S2 Jurusan Transportasi Universitas Trisakti Jakarta dan S3 Ilmu Pendidikan dan Bisnis International ini, bersyukur setelah memiliki karier sebagai pramugari Garuda (1993-2011), pernah masuk ke Tim Presiden serta VVIP dari era BJ Habibie hingga Gusdur, kemudian memilih untuk mengikuti suami tercinta, H. Hendrajoni, S.H., M.H, yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pesisir Selatan periode 2016–2021. Lisda juga banyak terlibat dalam kegiatan sosial bersama Sang Suami, mulai dari bedah rumah, bantuan disabilitas, pendidikan dan kesehatan yang dibutuhkan di daerah. Nama kegiatan yang dicanangkan adalah Dunsanak (sebuah istilah kekerabatan di Minangkabau) yaitu membantu dunsanak, yang artinya saudara membantu saudara.

“Berjalan kurang lebih tiga tahun dan kita bisa membangun 8.000 rumah yang layak huni sampai akhirnya mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden untuk kategori Orang-Orang Pemerhati Sosial. Menjelang Pemilu 2019, saya dilamar beberapa partai untuk jadi wakil Sumatra Barat menjadi Anggota DPR RI. Akhirnya saya bersedia untuk menjadi calon agar bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia khususnya Sumatra Barat.”

Ibunda dari Rani Gustiara Ayu (26 tahun/Sarjana), Muhammad Kindha (19 tahun, Universitas), Khumaira Fitrihani Rawdha (14 tahun/SMA) dan Muhammad Rayyan Ararya (6 tahun/TK) memiliki kontribusi aktif dan positif dalam kegiatan politik, sosial dan masyarakat yang pastinya mendatangkan manfaat. Buktinya selain sebagai Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Periode 2019-2024 dan DPP Partai Nasdem Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, ia juga memiliki aktivitas lain di antaranya Ketua 1 DPP Karate Goju Ass, Ketua PP Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI), Wakil Ketua Umum Bidang Agama dan Adat DPP PKPS, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Sumatra Barat, Pembina Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Sumatra Barat, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kabupaten Pesisir Selatan dan Pembina Organisasi Muhammadiyah dan Aisyah Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketekunan dan komitmen Lisda untuk fokus kepada kepentingan masyarakat dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diraih di antaranya Empat Wanita Inspiratif Indonesia 2019 Partai Nasdem, Anggota DPR RI Terpilih Tahun 2019-2024 dari Partai Nasdem Dapil SUMBAR 1, Wanita Inspiratif Indonesia Kategori Bunda PAUD dari Forum Wanita Inspiratif Indonesia 2019, The Top Women Leader of The Year 2020, Seven Media Asia di Bali 2020 dan 50 Wanita Paling Berpengaruh di Indonesia Tahun 2021 versi Media Tempo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top