Profil

Lindra Octora S.i.kom, Aktif di Berbagai Organisasi Terinspirasi Sang Ibu

MajalahKebaya.com, Jakarta – Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember menjadi sebuah tonggak sejarah sebagai wujud perjuangan emansipasi wanita. Bagi Lindra Octora, sosok Ibu sangat berarti dan tidak akan cukup digambarkan dengan kata-kata.

“Saya termasuk anak yang sangat dekat dengan Ibu karena beliau merupakan pahlawan, penyejuk, bahkan menjadi guru dalam berbagai hal bagi kehidupan saya. Saya bisa sampai di titik saat ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan Ibu dan Bapak,” papar wanita kelahiran Surabaya, 25 Oktober ini.

Makna Hari Ibu bagi Lindra adalah sebagai bentuk penghargaan bagi seluruh ibu di muka bumi ini karena pengorbanan, perjuangan serta hal-hal positif yang telah diberikan kepada anak-anaknya tanpa mengharapkan imbalan.

“Hal yang paling berkesan dalam diri saya mengenai Ibu yaitu bagaimana beliau mengajarkan, mendidik saya, dengan penuh kasih sayang walaupun terkadang kasih sayang dalam bentuk teguran bahkan amarah,” tutur lulusan S1 yang mendirikan kantor law firm sendiri ini.

Dari kecil Lindra senang mengikuti berbagai organisasi dalam kegiatan sekolah yang terinspirasi dari Sang Bunda. “Beliau selalu bercerita betapa menyenangkan dan sangat bermanfaat jika kita aktif dalam hal-hal positif. Ibu saya waktu sekolah sampai remaja aktif dalam kegiatan kesenian,” ujarnya bangga.

Kini di samping aktivitas dalam keluarga, menjadi istri dan ibu untuk buah hatinya, Lindra mendapat kepercayaan sebagai  Operational Director di Pataka 81 & Partners. Lindra juga diberi amanah menjadi Ketua Pertani HKTI Provinsi Banten.

Tak hanya itu, Lindra juga aktif di beberapa bidang olahraga dengan menjadi Ketua Taekwondo Indonesia Kota Serang dan Wakil Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia Provinsi Banten.

Selain itu. ia menjadi Ketua Organisasi salah satu instansi berkaitan dengan tugas suaminya. “Dan saya juga ikut terlibat dalam beberapa yayasan khususnya bidang sosial di Indonesia,” ujar istri dari Andri Juliansyah SH MH ini.

Lindra menilai peran perempuan  sangat memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan kecil yaitu keluarga, di mana perempuan menjadi seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anak yang menghadapi tantangan khususnya di era modern seperti sekarang. Bahkan menjadi seorang pebisnis bisa dijalankan oleh perempuan tanpa harus meninggalkan tugas-tugas pokoknya sebagai ibu rumah tangga. Seperti dirinya yang saat ini, bersama teman-temannya, Lindra menjalankan usaha café dengan brand Kopi Perempuan Tani yang berlokasi di Gandaria, Jakarta Selatan. “Berbisnis juga saya belajar dari Ibu. Saya sudah merasakan jatuh bangun dalam membangun usaha. Tapi ketika terpuruk, Ibu mengajarkan saya harus bangkit lagi dan terus berusaha, jangan putus asa,” ujarnya.

“Di lingkungan pendidikan/sekolah, guru perempuan biasanya cenderung lebih bisa memahami karakter murid. Dalam hal pekerjaan/perkantoran sekarang perempuan cukup mendominasi dan bisa menjadi menyeimbang bahkan penengah dalam hal pemecahan masalah,” ucapnya.

Di lingkungan organisasi, menurut pengalaman pribadinya, tidak jarang Lindra dipandang sebelah mata hanya karena ketua atau pemimpinnya seorang perempuan. “Namun hal demikian justru memotivasi saya agar kita bisa membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing dengan laki-laki dalam hal-hal positif, bahkan banyak organisasi yang sukses di bawah naungan perempuan,” papar Lindra semangat.

Di tahun 2024 mendatang, Lindra pun memiliki harapan untuk bisa memperbaiki diri agar lebih baik dalam sikap diri sendiri, sikap terhadap pasangan/suami, sikap menghadapi dan membimbing anak, sikap terhadap orang tua, keluarga, teman.

“Saya juga berharap agar hal-hal atau mimpi- mimpi yang belum terwujud bisa terlaksana dengan baik, menjadikan hal-hal di masa lalu sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri,” jelas pehobi olahraga ini.

Lindra juga memiliki harapan besar bagi kedua buah hatinya, Givandra Milan Rachman (14 th) dan  Aisyah Andara Putri (5 th), dapat memiliki akhlak yang baik dan bisa menjaga diri di era modern ini, memilah mana yang harus dilakukan dan tidak dilakukan tanpa harus ketinggalan zaman.

“Harapan saya untuk anak-anak saya tentunya yang baik-baik sama seperti ibu-ibu pada umumnya. Tapi yang paling utama adalah semoga anak-anak saya mempunyai akhlak yang baik, karena dengan bekal akhlak yang baik maka dengan sendirinya anak dapat bersikap baik dan bisa mengendalikan diri,” harap Lindra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top