Profil

Yurita Puji, Kembangkan dan Perkenalkan Nilai-Nilai Luhur Bangsa kepada Generasi Milenial dan Dunia

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kriteria terbaik dalam usaha menempuh perjalanan karier bukan hanya mencapai target yang diharapkan, tetapi dapat mengembangkan passion dengan karya membanggakan. Ini yang diyakinkan dalam perjalanan karier Yurita Puji, perempuan kelahiran Bandung, 19 Agustus, yang sedang menempuh pendidikan Program Doktor di Universitas Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Yurita ini merupakan seorang fashion designer yang juga berprofesi sebagai dosen dan ibu rumah tangga. Ia mengawali karier fashion-nya pada tahun 2008 hingga sekarang. Dalam perjalanan karier, Yurita tetap menempuh pendidikan lanjutan Program Pascasarjana Manajemen Gas di Universitas Indonesia.

“Pilihan ini saya ambil karena sebelumnya saya berencana untuk bekerja di jalur yang sama dengan Bapak, Dr. Djadjang Sukarna yang saat itu beliau bekerja di Kementerian ESDM.”

Berhasil menamatkan pendidikan Pascasarjana, Yurita mengurungkan niatnya untuk berkarier di dunia yang sama dengan ayahnya. Pilihan ini dibuat karena Yurita ingin mengurus anaknya yang ketika itu masih balita. Namun ilmu yang diperoleh dari bangku pendidikan tidak sia-sia. Ilmu Manajemen digunakan untuk mengelola pekerjaannya saat ini. Sekolah atau pendidikan, menurut Yurita bukan hanya mencari ilmu namun link pertemanan dan kualitas cara berpikir.

“Dulu S2 saya di Manajemen Gas UI isinya laki-laki semua. Perempuannya hanya dua, saya dan teman saya itu pun dia kuliah hanya 2 minggu off 2 minggu on karena bekerja di lapangan. Rata-rata teman di S2 sudah berusia matang, cara pikirnya jelas dan jauh berbeda dari saya. Di lingkungan S2, saya merasa dibuat matang secara cepat khususnya pola pikir. Dan ternyata pengetahuan S2 saya dapat membantu dalam pekerjaan sekarang. Link yang men-support saya.”

Di dunia fashion, Yurita sudah melalui banyak panggung baik di Indonesia maupun di luar negeri di antaranya Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week dan event kecil lainnya. Untuk panggung internasional, ia sudah merasakan megahnya panggung New York Fashion Week yang berkolaborasi dengan Gallery of Indonesia dan Bank Indonesia Gorontalo, Panggung Milan Fashion Week kolaborasi dengan Yayasan Maramowe dan Freeport, panggung Paris Fashion Week berkolaborasi dengan LeViCo, dan panggung Milan Fashion Week bekolaborasi dengan Biomas Energy.

“Sponsor sangat mendukung karena panggung yang saya support membawa banyak pesan bukan hanya nama saya. Produk yang ditampilkan selalu produk kain daerah yang diproduksi oleh perempuan di Indonesia.  Saya lebih banyak menulis karena panggung fashion buat saya adalah jendela yang sangat luas bukan hanya menunjukkan siapa saya namun motif daerah yang ditampilkan tentu punya makna yang unik dan cerita tersendiri. Budaya bukan hanya masalah kain terus diproduksi namun makna nenek moyang pastinya bagus untuk diketahui generasi berikutnya. Menceritakan Indonesia dari berbagai sisi kepada dunia luar sebagai bentuk kepemilikan budaya Indonesia.”

Panggilan Mengajar. Selain berkiprah sebagai fashion designer, Yurita mengajar di Universitas swasta di Jakarta untuk mata kuliah Manajemen Strategi, Manajemen Pemasaran, Kewirausahaan dan Statistic Social. Mengajar bagi pemilik label Allemong Wear Kids, Alle Cullinary, Lase by Armoire dan Ka.Nyaofficial seperti meningkatkan kualitas diri dan melatih kemampuan komunikasi.

“Anak muda sekarang cukup berbeda dari jaman saya dulu. Jadi ini adalah tantangan tersendiri untuk saya. Kadang sebagai perempuan masa kini tantangannya banyak maunya, ingin segalanya dicapai. Kadang ada rasa ingin menyerah, tapi pasti tidak lama kembali dengan semangat yang baru. Perempuan harus berpenghasilan dan berbuat sesuatu untuk bisa menempatkan posisinya di masyakarat. Bekerja bukan berarti suami tidak mampu menafkahi, tapi saya berpendapat anak-anak akan lebih memandang berbeda jika saya tetap berkarya. Semua hal yang baik bisa menjadi contoh untuk anak-anak.”

Sebagai dosen dan fashion designer, tentunya Yurita memiliki harapan untuk selalu menghasilkan karya terbaik. Banyak yang ingin diraih, tetapi tidak akan ada yang sempurna.

“Target saya simpel, semua dikerjakan semaksimal kemampuan diri dan tidak ngoyo. Leha-leha sedikit boleh, tapi ada batasannya. Semuanya demi masa depan anak-anak dan kehidupan di hari tua.”

Prioritas Keluarga. Bagi Yurita tantangan hidup yang berat zaman sekarang akan sangat berbeda dengan tantangan anak-anaknya di masa depan. Ia berpendapat persaingan akan semakin ketat di masa depan. Ia merasa harus mempersiapkan masa tua dengan matang agar anak-anaknya dapat mandiri untuk kehidupan mereka masing-masing.

“Keluarga tetap nomor satu. Anak-anak adalah prioritas. Saya harus mendampingi dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa yang akan datang.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top