Profil

Siti Nurlaila, Perempuan Harus Tangguh dan Gigih, Juga Hati yang Lembut dan Tulus

MajalahKebaya.com, Jakarta – Karakter tegas, gigih, dan pantang menyerah yang merupakan gemblengan dan tempaan ayah tercinta, H. Jari Kamaludin, terpatri kuat dalam diri Siti Nurlaila atau akrab disapa Laila, mengantarkannya menjadi perempuan pengusaha yang sukses, tangguh, dan mandiri. Semua bisnis yang dijalankannya kini berkembang dengan pesat, seperti Resto Dapur Coet, Ayudia Catering, Seharum Kue, dan bisnis property Hasanah Land di bawah naungan PT. Hasanah Inti Utama.

Perempuan kelahiran Bekasi, 1 April, lulusan Sekolah Bisnis dari Negara Kanguru, Australia ini merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Rasa tanggung jawab besar  yang diamanatkan oleh orang tua untuk mengayomi dan menjadi orang tua bagi adik-adiknya, memecut dan memacu semangat Laila untuk terus berkarya dan berprestasi. Karena itu, selain ulet dan gigih dalam berbisnis, ia juga sangat bersyukur memiliki jiwa welas asih, empati, hati yang lembut dan tulus, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang tinggi, berkat tuntunan penuh kasih dari Almarhumah Ibunda tercinta, Hj. Siti Hasanah.

“Seminggu sebelum meninggal, Mama berpesan kepada saya untuk tetap berada di samping adik-adik saya hingga mereka menggapai kesuksesannya masing-masing. Dan, pesan yang tak kalah menyentuh, adalah agar saya menjadi pribadi yang tetap rendah hati dan bermanfaat bagi sesama dengan memberikan sebagian harta bagi mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya bahagia dan sukses, adalah ketika melihat orang lain bahagia,” lirihnya.

Perpaduan dua karakter dalam diri itulah yang menjadi kunci sukses Laila hingga saat ini. Ia sukses meneruskan estafet kepemimpinan perusahaan yang dipercayakan ayahnya, sebagai Direktur Utama PT. Hasanah Inti Utama. Sementara itu, Laila terus mengepakkan sayap bisnis kuliner hingga berkembang pesat. Semua itu dilandasi rasa tanggung jawab melaksanakan amanat orangtuanya dengan sungguh-sungguh.

“Mama orangnya sangat lembut dan mengingatkan untuk selalu berbagi. Sedangkan Papa orangnya sangat keras beda banget sama Mama. Tapi Papa keras agar kita mandiri dan memiliki mental yang bagus. Mama selalu berpesan agar kita anak-anaknya harus saling menjaga. Karena saya anak pertama, dari situ saya harus kuat karena Mama menitipkan adik-adik ke saya agar sukses semuanya dan membawa keluarga agar bermanfaat. Pada saat Dapur Coet mulai maju, Papa menitipkan perusahaannya ke saya yang lebih besar tanggung jawabnya, saya pun membuktikan diri siap dan sanggup menjalankan amanat Papa,” tegas Laila.

Perjuangan memang tidak akan pernah mengkhianati hasil. Rangkaian proses jatuh bangun dalam perjalananan mengembangkan bisnis dilalui Laila. Bisnis-bisnisnya pun berkembang pesat. Seperti bisnis kuliner nusantara memiliki cabang, bahkan melahirkan anak usaha baru yang memproduksi aneka kue nusantara bercita rasa tinggi, dengan brand Seharum Kue. Laila memberi kesempatan adiknya untuk memegang tanggung jawab. Selain pengkaderan, ia berupaya tetap memegang pesan Ibunda untuk memberi peluang sukses bagi adik-adiknya.

Pun kepada anaknya Kyra Ayudia (22 thn), Laila berupaya penuh untuk menjadi sosok orang tua yang perhatian, tegas, dan sumber inspiratif. Ia ingin memberikan peluang kepada Ayu menjadi entrepreneur muda dan sukses. Ayu didukung penuh menggembleng dirinya menjadi lebih baik. Mulai dari mengenyam pendidikan formal di sekolah terbaik dan lulus double degree International Business di salah satu kampus Singapura dan lulusan University of Birmingham UK. Menempa diri melalui pendidikan non formal seperti sekolah business Bong Chandra, John Robert Power, serta belajar serba serbi dunia pengusaha dari beragam workshop, hingga kini Ayu bergabung dengan Tim CXO, perusahaan industri kreatif milik pengusaha muda sukses di Indonesia. Dan, Laila sangat yakin suatu saat nanti perusahaan yang sudah dibesarkannya akan dipimpin oleh Ayu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top