Profil

Loemongga Haoemasan Kartasasmita, Ketua Bidang 3 OASE KIM: Sosial Budaya, Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Kehidupan Masyarakat yang Layak serta Bermartabat

MajalahKebaya.com, Jakarta – Kepedulian yang tinggi dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada kesejahteraan masyarakat dan persoalan-persoalan sosial budaya, terlihat dalam program-program kerjanya, yang secara khusus dibidani oleh Bidang 3.  Loemongga Haoemasan Kartasasmita, pendamping atau istri dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, didapuk sebagai Ketua Bidang 3 OASE KIM, yaitu Bidang Sosial Budaya.

Melihat luasnya cakupan persoalan-persoalan sosial budaya, OASE KIM melalui Bidang 3, kemudian memilah dan memilih beberapa aspek yang menjadi fokus perhatian, yang tentunya merupakan masalah-masalah krusial yang membutuhkan penanganan serius dan segera. Seperti diuangkapkan Loemongga Kartasasmita, program kerja yang terus berkelanjutan dilakukan saat Bidang 3 berkegiatan adalah Program anti-pornografi, hoax, kekerasan dan perlindungan untuk anak; Program anti-narkoba dan miras untuk kelompok masyarakat yang rentan; Program tanggap bencana, literasi digital, seni dan olahraga; Program bela negara, program membudayakan kebiasaan yang mendukung moralitas publik (antri, kepedulian dan sadar hukum); Program pemberdayaan seni budaya yang inovatif dan kreatif (festival seni budaya, budaya cinta produk dalam negeri, pengembangan batik nusantara).

Pertimbangan utama, kenapa persoalan sosial budaya menjadi salah satu fokus utama OASE KIM, ditegaskan Loemongga, bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki interaksi sosial budaya yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke. Untuk melestarikan dan mengembangkan hal tersebut, maka diperlukan adanya pembangunan sosial budaya. Namun, agar hal ini bisa berjalan dengan baik tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi masyarakat juga perlu berperan aktif di dalamnya.

“Tujuan pembangunan di bidang sosial dan budaya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar. Fokus utama kami Bidang 3 adalah ke depan kemunculan dan berkembangnya inovasi misalnya dalam bidang budaya, pendidikan atau pun ekonomi, masyarakat dapat mengembangkan potensi yang dimiliki misalnya kerajinan, kebudayaan alam sekitar, dan mempunyai keterampilan lebih misalnya mengolah sesuatu yang terbuat dari bahan alam yang dapat menjadi manfaat bagi sekitarnya,” beber Loemongga yang juga seorang entrepreneur, namanya tercatat sebagai ‘Most Inspiring Women’  dari Forbes Indonesia  tahun 2016 dan ‘100 Business Women of The Year’ dari SWA Magazine tahun 2016.

Tantangan Generasi Muda

Tantangan atau persoalan krusial dalam bidang sosial budaya yang paling mengemuka di era saat ini, seperti narkoba, pornografi, hoax dan sebagainya, terutama yang melanda generasi muda, menjadi fokus dan perhatian utama Loemongga dan Ibu-Ibu yang tergabung dalam Bidang 3. Loemongga mengungkapkan generasi muda saat ini kian dekat dengan penyalahgunaan Narkoba. Apalagi kepedulian terhadap upaya memerangi penyalahgunaan Narkoba sangat kecil akibat model pendidikan yang lebih mengandalkan kecerdasan, bukan kebersamaan dan keagamaan serta moral. Melalui telepon genggam dan media jejaring sosial, generasi muda bebas berkomunikasi dengan orang-orang yang tidak dikenal tanpa bisa diketahui orang tua maupun keluarga. Karena itu, diharapkan keberanian dan kesadaran generasi muda untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dengan cara meningkatkan kebersamaan antarsesama.

Selain itu, lanjut Loemongga, kepedulian seluruh komponen masyarakat perlu terus ditumbuhkan untuk membangun sikap menolak keras terhadap pengaruh Narkoba dengan lingkungan kondusif yang bebas Narkoba.  Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa merupakan masalah kompleks. Mengatasi permasalahan ini, diperlukan dukungan semua pihak, mulai dari remaja, pelajar, keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, kampus, teman sebaya, tenaga kesehatan, serta aparat hukum. Diharapkan generasi muda ke depan dapat lebih banyak melakukan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masa depan dan menjadi generasi muda Emas dan cinta tanah air Indonesia di masa yang akan datang.

“Berdasarkan persoalan-persoalan krusial tersebut, Bidang 3 OASE KIM kemudian menggalakkan program-program yang sudah disebutkan di awal. Dan, bentuk pendampingan dari masing-masing program di atas adalah dengan bersinergi kepada para pemangku budaya, tokoh-tokoh setempat, instansi ataupun institusi-insitusi terkait yang programnya dapat berkolaborasi dengan Bidang 3 Sosial Budaya. Contoh nyata salah satunya ada Desa Kohod di Tangerang, Banten yang merupakan Desa Percontohan dari OASE, di mana seluruh komponen pemerintahan, masyarakat sekitar dan sinergitas antar Bidang OASE KK hingga OASE KIM tergabung di dalamnya,” jelas Loemongga dengan bersemangat.

Koordinasi dan Managemen Waktu

Sebagai Ketua Bidang 3, Loemongga merasa bersyukur bisa bekerja sama dengan Ibu-Ibu yang lain dalam tim dengan penuh kekeluargaan. Komunikasi dan koordinasi yang terbangun selama ini, baginya, sudah berjalan sesuai harapan dan sangat mendukung kesuksesan dari setiap program yang dijalankan.

Pola koordinasi dan komunikasi dalam Bidang 3 Sosial dan Budaya tentunya, jelas Loemongga, harus diawali dengan sebuah perencanaan program kerja yang matang bersama para wakil dan anggota, apabila sudah ditentukan maka setiap anggota di Bidang 3 harus memahami posisi dan tanggung jawab, serta kaitannya dengan pihak yang bersinergi dalam kondisi, situasi yang terjadi nanti dalam berkegiatan. Feed back dari hasil pengecekan di lapangan juga diperlukan untuk melihat respons semua pihak yang terlibat dalam kegiatan Bidang 3 Sosial dan Budaya yang dibutuhkan sebagai kepastian bahwa koordinasi yang dilakukan dapat dipahami dengan benar dan dapat diterima serta dilaksanakan dengan baik.

“Hasil dari rapat Bidang 3 secara bersama maka akan kami sampaikan kepada Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin sebagai pembina dan tembusan kepada Ibu Tri Tito Karnavian beserta Sekretaris Ibu Siti Faridah Pratikno untuk mendapatkan petunjuk serta penyesuaian pelaksanaan kegiatan. Kendala yang dihadapi biasanya soal waktu dan pekerjaan kami masing-masing yang harus menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan pekerjaan mendampingi Bapak (suami) serta dalam ranah keluarga saat melakukan koordinasi terkait kegiatan program kerja yang akan dilakukan,” urai Loemongga.

Secara pribadi, Loemongga tentu memiliki kesibukan sendiri, baik sebagai pendamping Bapak (Menteri), pengusaha, maupun mengurus keluarga, terutama tiga orang putranya. “Dalam berorganisasi cara saya mengatur waktu adalah dengan mengalokasikan waktu senggang untuk mengerjakan tugas-tugas bersama para anggota yang lain dengan mengerjakan yang ringan terlebih dahulu kemudian baru kepada pokok kegiatan, di sisi lain saya sebagai wanita juga yang mempunyai karier pekerjaan di luar organisasi yang juga harus diperhatikan selain mendampingi Bapak (suami) dengan membuat beberapa jadwal kegiatan yang bisa disesuaikan dengan agenda Bapak (suami) saat bekerja, lalu biasanya saat weekend atau hari libur, atau saat semua agenda kegiatan sudah mulai menurun atau kosong, biasanya saya berkumpul bersama keluarga. Dalam hal ini saya selalu mengkategorikan setiap jadwal-jadwal kegiatan yang dapat membagi waktu dengan sebaik-baiknya baik secara personal, individu dan pekerjaan.”

Loemongga berharap setiap anggota OASE KIM sehat selalu dan dapat terus berpartisipasi aktif dalam pengabdian terhadap masyarakat pada umumnya. “Kesan saya, organisasi ini sudah seperti keluarga sendiri, di mana kita bersatu untuk membangun dan mewujudkan karya-karya yang dapat memberikan nilai-nilai positif dalam setiap program kerja yang dilakukan.  Ke depan OASE KIM diharapkan bisa berkontribusi, bersinergi lebih luas lagi untuk melaksanakan program-program kerja yang dapat bermanfaat bagi banyak orang.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top