Profil

Ella Rustantina: Rejeki Pasti Selalu Ada Ketika Kita Berbagi dan Bersedekah

MajalahKebaya.com, Jakarta – Bagi wanita cantik bernama Ella Rustantina, Direktur sekaligus Owner PT. OPTIMUS PRIMA LOGISTIK, International Freight Forwarder, masalah amal jariah, amal sodaqoh itu sudah merupakan kewajiban. Ella, sapaan akrab wanita kelahiran Tegal, 10 Januari, dari orang tua yang berasal dari Jawa Timur, yaitu Ayah asli Tuban dan Ibu asli Madiun ini berkeyakinan, Allah SWT itu Maha Adil, kalaupun manusia itu tidak mau memberi atau berbagi dari rejeki yang diterimanya, suatu saat pasti akan diambil darinya, dengan berbagai cara. Karena itu, sudah tertanam dalam diri Ella, berbagi dengan sesama menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Selain kepuasan batin, dengan berbagi ia merasakan begitu banyak kemudahan, solusi atau jalan keluar ketika menghadapi kesulitan, dan rejeki yang didapatnya. Rejeki itu tidak harus uang, bertemu dan dikelilingi sahabat-sahabat yang baik, keluarga yang bahagia, serta kesehatan di masa pandemi pun baginya rejeki yang sangat luar biasa, yang patut selalu disyukuri.

“Saya paling suka bulan Ramadhan. Saat yang paling bagus untuk berbuat baik, menjadikan hidup kita benar-benar baik. Ada kepuasan yang tidak terkira ketika kita berbagi dengan sesama,” ungkap Ella yang selalu rutin menjadi donator untuk beberapa panti asuhan, dan membagi sembako seperti Jumat Berkah dengan membagi nasi bungkus ke masjid-masjid.

Pintar Membaca Peluang dan Optimis Akan Sukses

Motivasi yang paling kuat dan utama dalam diri Ella ketika akan memulai bisnis sendiri, adalah keinginan untuk hidup lebih baik. Bertahun-tahun ia mengabdikan dirinya bekerja pada orang lain, mulai dari Bagian Dokumentasi, Customer Service, Manager, hingga General Manager. Semua perjalanan karier itu menjadi pembelajaran yang sangat penting dan mematangkan jiwa bisnis dalam dirinya.

Dengan modal nol dan nekat, Ella membangun bisnisnya. Bagaimana tidak, saat itu, sekitar enam tahun yang lalu, dunia sedang dilanda krisis global. Bisnis-bisnis mengalami penurunan yang sangat signifikan. Tapi justru Ella dengan berani memulai bisnis logistiknya. “Saya memberanikan diri running my own business, di tengah krisis global yang sedang melanda, saya berpikir pada saat sulit seperti ini saya harus berani karena ketika ekonomi sudah membaik pasti akan bertambah grow kan. Alhamdulillah sampai saat ini meskipun masih berjuang, namanya baru 6 tahun ya masih kecil, target saya perusahaan ini akan tumbuh besar dan maju.”

Kunci sukses sampai saat ini bisnis Ella tetap survive, bahkan berkembang cukup pesat, adalah selalu mencari celah dan peluang. “Ya kita harus pintar melihat peluang, ketika kita menawarkan produk atau jasa A, sebelum produk atau jasa itu sudah tidak disukai pasar, kita harus mempunyai produk atau jasa B, begitu seterusnya. Jadi tidak boleh berhenti membaca dan memanfaatkan peluang yang ada. Peluang-peluang itu yang harus kita gayuh terus. Contohnya dalam bisnis saya, tadinya saya hanya fokus melayani jasa logistic untuk ekspor impor saja, nah dengan perkembangan pembangunan di Indonesia yang sangat pesat, otomatis kebutuhan domestic semakin besar pula, dan jasa losgistik seperti ini sangat dibutuhkan. Maka saya pun merambah ke domestik, ke intersuler atau antar-pulau.”

Jasa yang ditawarkan PT. Optimus Prima Logistik, mencakup banyak sektor dan segmen pasar, hingga perusahaan-perusahaan besar, seperti melayani pengiriman pupuk dari Cikampek, Tasik ke seluruh Indonesia, mengangkut alat-alat berat PLN dari Makassar ke Jakarta dan sebaliknya, atau dari Jakarta ke Papua. Bahkan barang-barang kecil tapi volumenya banyak, mulai dari permen impor, bahan-bahan chemical untuk semprotan nyamuk, tisu-tisu, parfum mobil, yang kebanyakan impor dari luar.

Dukungan Keluarga

Istri dari Irwan K, seorang pengusaha, serta ibunda dari Satria Yoga Barezky (20 th), Bimo Abrial Barezky (17 th), dan Destra Prabu Barezky (4 th) ini mengakui, tanpa dukungan keluarga serta teman-teman ia tidak mungkin bisa sampai pada level seperti saat ini. “Alhamdulillah berkat keluarga, teman-teman, sahabat, yang sangat mendukung, terutama di awal-awal mendirikan perusahaan ketika saya ragu, banyak yang meyakinkan saya bisa, hingga saat ini perusahaan tetap survive bahkan berkembang dengan bagus.”

Tidak hanya dukungan semangat, anak-anak dan suami tercinta juga ikut terlibat langsung membantu. Seperti logo dan nama perusahaan ternyata dibuat oleh anak Ella yang nomor dua, terinspirasi film Transformer, yang saat itu lagi happening dan disukai anak-anaknya. “Saya pakai untuk nama PT dan logonya didesain sama anak-anak saya. Nah oleh suami namanya diubah, karena memang kan tidak boleh menggunakan nama perusahaan dalam bahasa asing jadi yang tadinya Optimus Prime menjadi Optimus Prima Logistik.

Meskipun sibuk dengan urusan bisnis, Ella tetap menomor-satukan keluarga, terutama dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya. Ia pun terus mendukung bisnis suami tercinta di sektor UKM. “Tadinya bisnis suami bergerak di bidang kawat baja untuk kapal-kapal ikan besar, yang di kawasan timur Indonesia seperti Papua. Tapi sekarang belian bergerak di UKM, sebagai pemasok beberapa produk ke hypermarket-hypermarket di Jabodetabek, seperti keju dengan brand Barezky Cheese. Itu produk buatan sendiri keluarga saya, yang diproduksi di Sukabumi.”

Soal nama brand, menurut Ella itu bukan nama bahasa asing, tapi dari nama anaknya yaitu Barezky, singkatan dari banyak rezeki. “Iya itu Barezky artinya rezeki, kata orang kan berbicara positif insya Allah akan kejadian, bapak saya saja memberi nama Ella yang artinya ekonomi lancar. Keluarga saya kan Jawa banget jadi masih pakai nama asli yang artinya Indonesia banget.”

Sosok Ibu Sebagai Panutan

Ella sangat mengagumi sosok ibunya sekaligus sebagai tokoh panutannya dalam menjalankan hidup. Di matanya, Sang Ibunda sangat sabar, ulet, dan tangguh, terutama dalam membesarkan ke-9 anaknya tanpa suami. Dan, satu pelajaran yang selalu ditanamkan dalam diri Ella dari Ibunda, adalah jangan pernah menzolimi orang, biarkan saja orang lain menzolimi kita, kita harus ikhlaskan saja. Satu lagi yang terus dibawa Ella dalam hidupnya, terutama dalam menjalankan bisnis, bahwa kita tidak boleh meremehkan orang lain.

“Ibu saya sudah menghadap Sang Pencipta. Lebaran kemarin adalah Lebaran pertama tanpa Ibu. Tapi ibu saya meninggalnya tuh luar biasa masya Allah banget… beliau tidak mempunyai penyakit yang nyusahin keluarga. Usianya 87 th, ibu saya sangat luar biasa karena ayah saya meninggal saat saya masih kecil, saya anak ke-9 dari 9 bersaudara, anak bungsu. Jadi ibu saya merawat anak 9 orang tanpa suami dan beliau tidak nikah lagi, dilamar orang ditolak.. dilamar orang ditolak.. sampai meninggalnya beliau setia. Ibu adalah penopang ekonomi keluarga.”

Harapan ke Depan

Ke depan, Ella berharap bisnisnya bisa growing lebih besar lagi, dan bisa go public. Ia ingin memiliki office-office cabang dan agen-agennya ada di mana-mana. “Saya kan sekarang punya agen di luar negeri, atau partner, dan ke depan akan terus diupayakan ada di beberapa negara. Begitu juga di dalam negeri, saya ingin ada di kota-kota besar seluruh Indonesia.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top