Profil

Tata Belle, Owner PT Tabel Aero Pratama: Merintis Kesuksesan ‘dari Nol’ dan Tetap Fokus pada Satu Tujuan

MajalahKebaya.com, Jakarta – Tidak ada yang “instan” dalam meraih kesuksesan. Dibutuhkan sebuah perjuangan dan kesetiaan dalam berproses demi menggapai impian. Tata Belle, merupakan sosok wanita entrepreneur yang benar-benar menjiwai semangat berproses demi mencapai kesuksesan. Ia percaya bahwa kesuksesannya saat ini bukanlah pencapaian yang digapai secara “cuma-cuma”, melainkan sebuah hasil dari proses yang digelutinya “dari bawah”.
Sempat berprofesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) untuk membiayai kuliahnya, kemudian bekerja di perbankan selepas kuliah, lalu masuk ke perusahaan militer sebagai manajer di bidang pemasaran setelah menikah, wanita yang bernama asli Siti Marlianah atau akrab disapa Tata ini, akhirnya mendirikan sebuah perusahaan yang dinamainya PT Tabel Aero Pratama. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2015 ini bergerak di bidang aviaton, khususnya membidangi pengadaan barang dan jasa militer, seperti suku cadang pesawat, simulator, flight device system, pelatihan pesawat terbang, dsb. Terhitung hingga saat ini, jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut mencapai 15 orang. Tata berharap agar ke depan, perusahaannya ini dapat lebih maju, berkembang, dan lebih baik lagi.

Passion di Bisnis Kaum Pria

Ketika ada banyak wanita yang berkecimpung ke dalam dunia fashion, Tata lebih memilih bisnis di bidang aviation. Tentu, hal ini tampak anti mainstream bagi seorang wanita, namun baginya bisnis aviation merupakan tempat yang tepat bagi passion dan karirnya.
“Sebenarnya, saya pernah mencoba bisnis di bidang fashion, tetapi saya tidak memiliki passion di sana. Justru, Ketika saya mencoba bisnis di bidang teknologi militer (aviation), saya merasa tempat ini begitu sesuai dengan diri dan peruntungan saya. Oleh karena itu, saya mencoba fokus pada satu bidang ini. Saya selalu yakin, ketika kita fokus pada satu tujuan, pasti ada jalan menuju kesuksesan,” ujar Tata.

Menjalankan Perusahaan dengan Rasa Kekeluargaan

Wanita kelahiran Bogor, 8 Agustus ini, juga menuturkan bahwa perusahaannya didirikan dan dijalankan bersama adiknya. Baginya, hal ini membuat perusahaan dapat berjalan dengan sistem yang solid.

“Perusahaan ini adalah milik keluarga, khususnya saya dengan adik saya. Jadi, jika ada masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan, kami dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan. Untuk itu, kami dapat menjalankan perusahaan dengan lebih kompak,” ungkap Tata.
Di sisi lain, kendati dijalankan bersama dengan adiknya, Tata mengatakan bahwa dirinyalah yang memegang berbagai keputusan di perusahaan. Hal ini lantaran statusnya sebagai anak sulung dalam keluarga.

Wanita bergelar Diploma ini juga menambahkan bahwa ibunya memiliki peranan yang penting, yaitu sebagai penengah apabila ada trouble yang tidak diinginkan dalam perusahaan. Tak sampai di situ, sosok Ibunda dianggapnya sebagai idola dan panutan dalam merintis karier. Tata merasa doa-doa dari ibunyalah yang menuntun dirinya hingga mencapai kesuksesan saat ini.

“Ibu adalah idola bagi saya. Beliau selalu mendukung dan mendoakan saya dalam setiap keadaan. Doa-doa dan panutan dari Ibulah yang terus menuntun saya, mulai dari bawah hingga saya boleh merasakan kesuksesan saat ini,” lirihnya.

Sosok Pemimpin yang Loyal

Tata sangat memerhatikan kesejahteraan para karyawannya. Baginya, peran dari para karyawan di perusahaan amatlah penting. Untuk itu, ia mencoba untuk memposisikan diri sebagai pemimpin yang loyal bagi para karyawan.
“Saya selalu loyal dan ingin terus memberikan yang terbaik bagi para karyawan saya. Saya meyakini bahwa merekalah yang berjasa bagi keberhasilan perusahaan. Bahkan, ketika masa pandemi ini, saya tak ingin mengadakan pemotongan gaji bagi para karyawan saya,” tegas Tata.

Keluarga Support System Utama

Tata meyakini bahwa seorang wanita, sesukses apapun, selalu membutuhkan pasangan hidup sebagai support system bagi dirinya. “Menurut saya, sesukses-suksesnya wanita akan selalu membutuhkan pasangan. Saya bukanlah tipe orang yang tidak membutuhkan pasangan jika sudah sukses. Bahkan, saya pernah berprinsip untuk memiliki pasangan jika usia saya mendekati 40 tahun. Saya pun bersyukur karena saat ini suami saya, Sigit Antonio, begitu mengerti akan keadaan sibuk saya. Ia selalu memahami dan terus menjadi support system bagi diri saya.” tegasnya.

Tata tetap menyadari akan statusnya sebagai ibu rumah tangga, sekaligus seseorang yang juga memiliki banyak kerabat. Di balik kesibukannya, ia selalu menyempatkan waktu untuk keluarga dan teman-temannya.

“Ada banyak hal yang dapat saya kerjakan bila sedang luang. Biasanya saya menghabiskan waktu bersama keluarga, mengikuti kegiatan arisan dengan teman-teman, berolahraga, dst. Saya juga sebenarnya suka traveling, namun karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan, saya mengalihkan hobi saya ini ke banyak hal lain,” tambah ibunda dari Gabrielle Paath (10 th) ini dengan bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 + four =

To Top